Tour de Blitar : Mengunjungi Makam Bung Karno

[Catatan ini saya tulis sesaat setelah saya mengunjungi makam bung karno di Blitar, 7 Juni 2011]

Siapalah manusia? Hanya Seonggok daging bernyawa–dengan sedikit anugerah bernama akal dan otak–yang tak pernah menang melawan putaran waktu. Seberapa lama-pun ia berkuasa, berkalang tanah jualah akhirnya. Namun di depan nisan ini saya akhirnya menyadari, kadang-kadang waktu tak bisa membuat manusia lupa pada nama-nama yang telah mengukirkan sejarah. Sejarah oh sejarah… Kadang ia terlihat begitu cantik seperti taman, tapi kadang ia tampil lugu karena mudah saja ia diperbudak oleh kepentingan.

Di depan nisan batu itu saya membayangkan tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan berkumpul mengadakan rapat, rapat itu dipimpin oleh seorang ketua bernama ‘sejarah’. Sang Sejarah akan memilih nama yang akan menjadi pemenang, dia yang menang akan dikenang selama-lamanya oleh rakyat indonesia, akan dielu-elukan sekaligus dihujat. Lalu beberapa nama akhirnya terpilih. Salah satunya Soekarno. Haduh…Imajinasi saya terlalu tinggi ya? Maafkan…

Ya, Sekuat apapun, Bung Karno tidak bisa menulis sejarahnya sendiri, ada nama-nama yang hidup bersamanya, tapi sekali lagi, sejarah memilih Bung Karno. Bukan Bung Kecil Syahrir, Bukan Bung Hatta, Bukan Tan Malaka..

Ia boleh tidak ada, tapi namanya tetap hidup, pusaranya penuh dengan bunga-bunga dan panjatan doa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s