21.14

Setelah sekian lama berpikir, menimbang dan merasakan.. Nampaknya hati saya tetap pada pilihan itu : sistem dinamik. Dan jika tadinya saya kekeuh ingin mendalami fraktal, sekarang saya mulai beralih kepada jenis teori teman si fraktal : Teori Chaos.

Apa sebab?

Pertama, kata ‘Chaos’ lagi ngetrend *haiyaah…hahaha*, Lihatlah, orang-orang dari berbagai bidang berbondong-bondong menggunakan kata ini untuk menggambarkan kekacauan dan ketidakteraturan. Bahkan di sebuah buku yang berjudul ‘Black Swan’ *buku bidang ekonomi*, penulis menggunakan istilah Chaos dan Fractal untuk menggambarkan kejadian di luar perkiraan yang mendadak terjadi (contoh : krisis ekonomi di amerika). Nah, setelah saya belajar Fractal, saya jadi sedih karena ternyata Fractal itu bukan berarti tak terduga. Apalagi menyamakan Chaos dan Fractal… Oh menyedihkan..

Oke, Saya ingin tahu, secara matematis, benarkah kondisi Chaos identik dengan keadaan yang tidakteratur atau kondisi yang kacau? Bagaimana rumusan matematis untuk kondisi itu? Sekacau apa suatu kondisi bisa dibilang Chaos?

Kedua, secara filosofis, chaos bisa menjadi jalan saya memahami Allah, dan semakin merasakan kehadiranNya. Hmm…Bukankah itu yang lebih penting dari ini semua? ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s