Kick Andy : Mengejar Mimpi

Ahad Sore

Sepulang ngajar sore tadi, sambil mengistirahatkan badan, saya iseng-iseng mencet remote tivi *berhubung jarang di rumah dan jarang nonton tipi, saya tidak hapal dengan acara tivi*, satu stasiun televisi menayangkan ajang lomba nyanyi, satu lagi ada konser boyband yang lagi heboh dikalangan anak muda, satu stasiun tivi menayangkan acara jalan-jalan dan ketika saya pindah chanel, saya ketemu dengan pak Andy F. Noya yang lagi mewawancarai seorang perempuan.  Dan saya tertahan di stasiun itu.

Perempuan muda itu adalah seorang mahasiswi sekaligus tukang ojek.  Dari pagi hingga siang mbak ini kerja mengantar langganannya (yang kebanyakan anak sekolah) sebanyak 37 orang, setelah itu baru dia berangkat kuliah.  Mau tak mau saya tertegun, saya mengingat nasib saya sendiri ketika S1, sesusah-susahnya hidup kami sekeluarga dulu kala, saya tidak sampai kerja begitu keras untuk memastikan bahwa saya bisa bayar spp semester depan. Saya ingat betul, saya mulai part time kerja sekitar semester 7 (bersamaan dengan masa saya mengerjakan skripsi). Luar biasa sekali mahasiswi ini.

Sesi kedua, seorang perempuan juga, siswi SMK dari Aceh yang nyambi kerja di Bengkel. Dan pelajar ketiga yang ditampilkan adalah seorang siswa SMK tata boga yang nyambi bisnis telur asin dan kerja paruh waktu di hotel. Ck ck ck keren sekali….

Saya bercermin sekali lagi.  Saya kerap menemui anak-anak dari keluarga mampu (bahkan tergolong kaya raya) namun justru tidak mensyukuri anugerah itu, kesempatan sekolah malah dipakai untuk hura-hura gak jelas, sibuk main BB dan facebook setiap waktu, sibuk ngomongin pacar. .de-el-el. Ah, Apakah anak-anak ‘beruntung’ itu perlu bertukar peran untuk bisa mensyukuri apa yang mereka punya?

Dan sekali lagi, saya bercermin.. Kalau mereka (yang kuliah sambil ngojek, yang sekolah sambil kerja paruh waktu) saja tidak mengeluh dan tidak menyerah, saya yang lebih beruntung dari mereka seharusnya tidak boleh mengeluh juga. Semangatttt! Meski saya harus membagi waktu antara ngajar, belajar dan mikir soal masa depan, saya harus tetap semangatt…karena semangat saya akan menular ke siswa dan mahasiswa saya *haaiyaah malah curhat..xixixi*

#Edisi mengobarkan semangat untuk menghadapi ujian..meski bersin-bersin gak enak badan… tetep semangat… :D#

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s