Wang Sinawang

Pagi tadi ketemu temen lama. Kami bincang tentang masa lalu, beberapa rencana masa depan serta sedikit bertukar kabar teman-teman yang lain. Dia sudah menikah beberapa tahun yang lalu, sekarang anaknya sudah dua. Yang paling besar sudah 3,5 tahun sementara anak kedua masih dalam hitungan bulan. Suaminya punya pekerjaan layak dan ia sendiri, selain sebagai Ibu,  juga berstatus sebagai guru di sebuah sekolah kejuruan. Kelihatan sempurna bukan, apa yang masih kurang dalam hidupnya?

Aku? Tidak banyak yang bisa kuceritakan padanya. Sampai sekarang masih berdarah-darah mengejar cita-cita (wassseeekkkk!!), setiap hari (kecuali hari sabtu-ahad) selalu berkejar-kejaran dengan waktu untuk bisa membagi konsentrasi antara ngerjain tugas, ngajar dan kegiatan menikmati hidup lainnya.  Apalagi? Oya, Dan sampai sekarang masih belum menikah (ketika ditanya : tapi….dah ada calonnya kan? Kujawab : Insya Allah sudah. Cuma belum dipertemukan sama Gusti Allah :p ).

Anehnya, saat kami hampir berpisah, dengan wajah berbinar dia bilang : “Makasi ya, sudah memberi motivasi buatku….”

Haa??  Masya Allah… motivasi apa??!!!

“Aku juga pingin berkembang. Ngajar kayak gini rasanya…hhhhhhhh….! Siswaku bandel-bandel….!!” Lanjutnya

“Emang dah berapa lama ngajar?”

“Setahun!”

“Menurutku, setelah tiga sampai empat tahun, kita baru akan tahu bagaimana serunya ngajar! Setahun masih belum cukup…! ” Kataku

“Doakan ya?”

“He he he… Kita saling mendoakan.”

#Buat AR : salah satu perempuan cerdas yang pernah kukenal#

**

Pada sebuah pagi menjelang Muharram…

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s