Idul Adha ini

#1

Sudah sebulan sejak kali pertama masuk kampus. Hari-hari pertama adalah adaptasi.  Aku tidak begitu ingat bagaimana etika kuliah kecuali etika kuliahku di akhir-akhir masa studi : telat-an dan ga serius. Nah kebiasaan itu kubawa dan akhirnya….Alhamdulillah, berdampak serius.

Dampak pertama, dua kali aku ga ngumpul tugas. Itu belum cukup, ada dampak lanjutan yang membuatku sedikit ‘kapok’. Suatu hari di minggu kedua, di kuliah aljabar aku telat. Kena ‘setrap’ dan sebelum boleh duduk di kursi aku harus menjawab pertanyaan dari bu dosen ‘Bagaimana itu sifat tertutup?’.  Aku tidak tahu apakah aku harus bersyukur atau harus beristighfar karena selain aku ada dua mahasiswa lain yang bernasib serupa.  Hhhh……Bagaimana nasib bangsa ini kalau mahasiswanya suka telat? waseek…

Apakah aku bisa lolos pagi itu? Alhamdulillah bisa. Ingatanku yang terbilang parah ini mendadak cemerlang di detik-detik yang mendebarkan.  Inilah The power of Kepepet itu.

#2

Di minggu kedua aku mbolos kuliah seminggu demi memenuhi janji pada diri sendiri untuk bertamasya ke negeri tetangga. Jadi, kedudukan tamasya ini setingkat dengan ‘sekolah’ yang sekarang kutekuni : janji kepada diri sendiri.

Awalnya aku akan pergi dengan seorang temen. Tapi sekitar 15 hari sebelum keberangkatan, mendadak dia membatalkan keberangkatan. Alhamdulillah, the power of kepepet tadi memunculkan banyak jalan. Aku jadi lebih keras belajar rute, belajar all about the country, baca segala hal kemungkinan terburuk (termasuk bawa gembok, payung*heii…dua hal ini sangat berguna rupanya* tupperware isi ulang air, dst), belajar juga bagaimana etika di negeri seberang, bagaimana lalu lintasnya. dst..dst..! Mendadak aku seperti orang ketakutan, namun Alhamdulillah…terimakasih Allahku yang baik, semua jalan dimudahkan. Bahkan aku mendapatkan lebih dari yang ku rencanakan (termasuk nginep di apartemen mewah di jantung kota Kuala lumpur dan bisa nikmatin suasana malam dari lantai 15).

Di depan IIUM

Note : catatan, foto-foto dan kuitansi jalan-jalan masih tersimpan rapi dan belum di publish.

#3.

Hari ini hari raya kurban.  Dan aku memilih bahagia. Bahagia sebab masih diberi kesempatan menikmati Kurban bersama keluarga, bahagia sebab masih bisa ber-birul walidain, bahagia sebab apa yang pernah kucita-citakan terwujud tanpa kuduga (kalo dinalar ga ketemu nalarnya). Allahlah yang mengatur ini semua.

Allah..terimakasih untuk kebahagiaan ini. 🙂

Iklan

2 thoughts on “Idul Adha ini

    1. di publish = diumumkan/diterbitkan.
      maaf… pake kata ‘publish’ karena latah keseringan liat kata itu kalo mau nerbitin tulisan di WP.
      matur nuwun…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s