[resensi] The Black Swan

The Black Swan

The Impact of The Highly Improbable

Pertama diterbitkan: 2007

Penulis: Nassim Nicholas Taleb

Penerbit: Random House

Halaman: 366

 

Angsa hitam, kejadian langka yang tidak terbayangkan.

Peledakan gedung di New York 9/11, kemunculan Hitler, kehancuran Rusia, krisis finansial Asia, kehancuran dotcom, suksesnya buku Harry Potter, suksesnya Google, adalah kejadian kejadian langka yang tidak terbayangkan sebelumnya. Ada tiga elemen dari kejadian tersebut: Hal tersebut tidak terduga sebelumnya, akibat kejadian tersebut sangat besar dalam perubahan kehidupan kita, dan setelah terjadinya kejadian, kita akan mudah menjelaskannya.

Semua orang selalu berkata bahwa angsa selamanya adalah putih. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan berdasarkan fakta dilapangan beratus ratus tahun. Ketika ditemukan benua Australia, orang menemukan adanya angsa hitam. Ternyata memang sangat jarang ada angsa yang hitam, satu dari sekian juta. Penemuan ini menggambarkan betapa piciknya keterbatasan kita akan observasi kita dan rentannya ilmu pengetahuan. Yang dibutuhkan untuk membuktikan kesalahan teori semua angsa itu putih, hanyalah seekor angsa hitam. Data empiris beratus tahun tidak berguna, tapi satu kejadian kecil membuktikan kesalahannya.

Penulis Nassim Nicholas Taleb adalah seorang pialang dari Chicago, berasal dari Lebanon, MBA dari Wharton dan Ph.D dari University of Paris. Beliau mengajarkan teori probabilitas, ketidakpastian, dan problem keberuntungan. Buku pertamanya „Fooled by Randomness“ menjadi best seller, dan telah diterjemahkan dalam 20 bahasa. Saya terpesona dengan buku tersebut, yang berargumen bahwa sebagian besar kesuksesan seseorang, termasuk Warren Buffet ataupun Bill Gates besar sebabnya karena faktor „randomness“ atau keberuntungan. Lama saya tunggu buku keduanya, dan ternyata The Black Swan juga mentakjubkan. Buku ini telah berada cukup lama di The New York Times Best Seller list, dan memberikan sebuah pemikiran baru yang tajam.

Ditulis sangat cerdas, dalam narasi yang cukup enak dibaca, walaupun kadang terasa cukup berat dan membutuhkan konsentrasi untuk mencernanya. Tentu tidak semudah anda membaca „Who moved my cheese“ yang bisa tuntas dalam 3 jam baca. Buku ini membutuhkan seminggu buat saya mengunyahnya habis. Kadang ada bagian yang terasa agak berat dan agak berkepanjangan, tetapi secara keseluruhan terasa nikmat dan mencerahi.

Bayangkan anda adalah seekor anak ayam, yang sejak menetas dipelihara dengan baik oleh pemiliknya, setiap hari diberi makan oleh keluarga yang baik ini. Ketika mereka datang membawa makanan anda mendekatinya dengan penuh suka cita. Belum pernah anda lihat keluarga ini melakukan hal yang buruk kepada anda. Hidup adalah kenikmatan, dan keluarga ini adalah pemberi kehidupan. Sampai suatu saat, ketika keluarga ini mau membuat pesta, anda dijadikan satapan makan malam. Bisakan anda membayangkan tangan orang baik hati yang memberi makan setiap hari dan selalu berbaik hati ini yang akan menelikung leher anda dan memakan daging anda? Dalam grafik, pada sekian ratus hari pertama kelakuan keluarga ini selalu menunjukan kebaikan yang luar biasa, hanya pada satu hari terakhirlah mereka menyembelih anda. Penyembelihan ini adalah sebuah kejadian Angsa Hitam. Kejadian langka yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Ketika kita tanyakan kepada orang, teknologi apa yang sekarang paling penting dalam kehidupan kita dan sedang berkempang pesat. Jawaban terbanyak adalah personal komputer, internet dan laser. Ketiganya adalah teknologi yang tidak pernah dipikirkan orang dimasa lalu. Ketiganya adalah Angsa Hitam. Hal yang tidak diprediksi oleh orang sebelumnya. Kita bukanlah mahluk yang ahli dalam memprediksi masa depan kita, para ahlipun ternyata malah lebih keliru lagi dalam melihat kedepan. Cobalah lihat film2 kuno yang menggambarkan masa depan, apakah sama dengan kita sekarang? Bedanya jauh sekali, karena semakin ahli seseorang semakin salah pula prediksinya.

Problem induksi, menganalisa sesuatu dari kejadian sebelumnya, dan memprediksi masa depan, adalah sebuah kelemahan manusia. Bila setiap anda berjudi pada tanggal 15 ketika bulan purnama, anda selalu untung, dan anda menganggap itulah nasib anda, sehingga anda mempertahukan semuanya pada tanggal 15 bulan purnama berikutnya, dan anda heran kenapa anda kalah. Manusia selalu memudahkan mencari jalur jawaban. Bilamana ada seorang pemenang loteri senilai satu juta dollar, apakah kita menanyakan apa rahasianya, apa kebiasaannya setiap hari, dan apa yang bisa bisa kita tiru dari orang itu? Peniruan tidak akan membuahkan hasil yang sama memenangkan lotteri satu juta dollar.

Pencarian hal yang diketahui sering membuahkan penemuan baru yang sama sekali tidak berhubungan dengan pencarian itu. Orang2 Spanyol mencari cara baru mencapai India, yang ditemukan adalah benua Amerika. Para ahli di Pfizer mencari obat jantung, yang ditemukan Viagra. Alexander Fleming pun menemukan penisilin dari sebuah kebetulan belaka. Laser teknologi yang dipakai untuk CD, operasi mata, data storage, dan teknologi terhebat kedepan, dulunya hanya sebuah mainan teknologi sinar yang ditemukan Charles Townes yang ingin membelah sinar, dan sering ditertawakan teman2nya karena ketidak bergunaan temuannya itu.

Sangatlah mudah menjelaskan sesuatu yang telah terjadi, karena dengan mudah kita akan menggabungkan satu hal dengan hal lainnya secara naratif. Kita menggabungkan titik titik ketidak jelasan dengan sebuah cerita yang menyambungkannya. Tetapi tidak mudah memprediksi sesuatu yang belum terjadi.

Angsa hitam, kejadian langka yang positip selalu baik untuk diharapkan, tetapi kejadian langka besar yang negatip harus selalu disikapi supaya kita siap bila terjadi. Janganlah melihat pada hal yang tepat dan jalur yang direncanakan, biasakan untuk memantau trend dengan perspektip padangan yang lebih lebar. Selalu perhatikan akan adanya kesempatan, tangkap dan manfaatkan semuanya, kadang ada satu yang datang yang membawa perubahan besar dalam kehidupan kita. Tidak perlu kita mengikuti secara tepat akan perencanaan masa depan karena masa depan sangatlah tidak pasti dan perencanaan setepat apapun akan memiliki kesalahan prediksi yang besar.

Randomness, ketidaksengajaan, terjadi lebih sering daripada dugaan kita. Dalam kehidupan pribadi ataupun bisnis kita, sering sebuah bisnis datang dan pergi tanpa sebuah pattern yang pasti. Kesuksesan dan kegagalan juga sering dipengaruhi oleh randomness. Sikap hidup kita yang berani terbuka dalam berharap walau tetap waspada, akan membuat kita lebih sigap dan siap dalam memanfaatkan Black Swan.

Ditulis dengan panjang lebar, disertai banyak anekdot yang enak dan menarik, buku inipun terasa sebagai sebuah perjalanan yang nikmat untuk dibaca seminggu. Mirip degan pemikiran buku „ The Long Tail“, ataupun „Blink“, yang membuat kita menjadi berbeda setelah membacanya, buku inipun merubah cara kita melihat Angsa Hitam, kejadian yang tidak terduga dan berpengaruh besar dalam merubah hidup kita. Buku ini jadi bacaan enak untuk mengasah otak kita kembali menjadi cerdas, dan pikiran kita menjadi lebih jernih. Selamat menikmati.
“Saya mengutip tulisan ini dari sini
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s