Perempuan Yang Berdoa

“Tuhan, aku tahu kecantikan bukanlah tentang apa yang orang-orang lihat dari diriku, tetapi tentang kebaikan yang mereka rasakan dari sikap-sikapku, maka buatlah mereka selalu merasa bahagia atas kehadiranku dan merindukan saat-saat kepergianku. Getar rasa dalam dada, getar cinta dalam kata. Maka biarlah hanya cinta yang terucap dari bibirku.. Lalu bila mereka bahagia mendengar kisah-kisahku, dan bila kisah itu melapangkan hidup mereka dan meringankan bebannya, sesungguhnya aku hanya perempuan biasa yang ingin berbagi kebaikan”

“Tuhan, aku mencintai ibuku, maka bila aku memang boleh menyayangi dan membahagiakannya, berilah aku kemampuan untuk menyayangi dan membahagiakannya. Bila kecukupan harta bisa membantuku membahagiakannya, sesungguhnya bukan harta yang kuminta. Tetapi bila cara itu memang bekerja, apa boleh buat, kenapa tidak jika aku memang harus menjadi orang yang kaya? Sungguh, sebenarnya bukan kekayaan yang kuinginkan, tetapi bila itu bisa menjadi sebab bagi terwujudnya sesuatu yang kuharapkan, dan Kau mengizinkannya, aku sesungguhnya hanya perempuan biasa yang tak kan sanggup menolaknya.”

“Tuhan, aku menyayangi ayahku, maka bila aku memang boleh membalas kebaikan hatinya yang telah menumbuhkan hidupku sampai ke titik ini, izinkanlah aku melakukannya. Bila prestasi-prestasi, ketinggian pangkat dan derajat, Posisi tawarku di hadapan masyarakat dan apapun saja yang bisa membanggakannya bisa menjadi perantara bagiku untuk membahagiakannya, sesungguhnya aku tak pernah meminta gemerlap dunia. Tetapi bila Kau memperbolehkanku membalas kebaikan ayahku, dan bila cara itu memang cukup bekerja untuk mereaksikan senyawa kebahagiaan di hatinya, maka apa boleh buat, Tuhan, aku tak akan macam-macam kepadaMu dengan lancang menolaknya.”

“Tuhan, aku tak ingin menjadi seseorang yang sia-sia menjalani hidup. Maka bila keluasan akal dan kemanfaatan tindakanku bisa menjadi sumbangan kecil bagi kebaikan semesta, sesungguhnya aku hanya meminta bantuanMu agar aku mampu menjadi wakilMu di dunia. Ini bukan tentang diriku. Ini tentang tugas berat dari Mu untuk menjadi kasih-bagi-semesta”

“Tuhan, itulah doaku bagi semesta. Tentang diriku, cukuplah aku mencintaiMu dan Kau mencintaiku. Bila berkenan dan Kau punya waktu, biarlah kelak kita akan bertemu. Aku sangat ingin menuntaskan rasa cinta dan rinduku padaMu dalam pertemuan itu. Bila ternyata Kau juga ingin, maka akulah perempuan paling bahagia itu”

Dari : Yang Kacau Yang Meracau (Fahd Djibran, 2011)

Pic  dari sini

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s