Ketemu Erna

Pogung, 30 Juli 2011

Hari ini saya ketemu Erna, teman seangkatan kuliah yang sudah sejak 2006 (5 tahun?) tidak saya temui. Ah ternyata panjang juga rentang waktu yang telah memisahkan kami. Namun, betapapun panjangnya saya tetap bersyukur bahwa kami masih diijinkan bertemu, sekedar melepas rindu, mengurai cerita, bertanya kabar dan menumbuhkan kesadaran bahwa dalam dunia yang hiruk semacam ini, saya masih punya teman sehebat dia.

pertemuan ini bermula seminggu yang lalu, ketika saya dihimpit rasa ‘aneh’ yang mendadak datang, lalu berusaha mengalihkan perhatian dengan membongkar nomor kontak semua teman. Saya iseng mengirim sms kepada teman yang lama sekali tidak saya sapa dan malangnya ternyata beberapa nomor sudah tidak bisa saya hubungi : Ria, Sicho, Ratno. Dan saya cukup takjub ketika melihat report bahwa nomor Erna masih hidup : delivered. (Pas kami ketemu, erna cerita kalau sebelum smsku datang dia sedang mengingatku, tepatnya mengingat masa-masa awal kami kuliah, ketika dia nangis-nangis pingin pulang! Hei…bukankah kami ternyata punya ikatan hati juga?)

Hari ini saya ketemu Erna. saya cukup terkejut, ini kali pertama setelah lima tahun kami tidak bertemu. Badannya jauh lebih kurus. Wajahnya tirus. Namun rentetan cerita yang saya dengar darinya cukup membuat saya paham : sakit serius, konsumsi obat, amukan dari Ibu soal kelangsungan studi, semangatnya untuk tetap menyelesaikan skripsi, lalu cita-citanya menjadi ‘penulis skenario’ yang sudah sampai pada tahap action, tidak sepertiku, hanya bercita-cita.

Hari ini saya ketemu Erna. Senang sekali menyapanya. Kami berbincang tentang masa lalu, tentang teman-teman yang kini sudah melanglang di sudut-sudut Indonesia, tentang kisah-kisah kecil masa kuliah yang hampir kulupakan, namun ajaibnya, ia bisa menuturkan dengan baik seolah peristiwa itu baru kemarin terjadi. Aku harus belajar dari caranya mengingat sesuatu.

Hari ini saya ketemu Erna, dan saya menyesal. Sebab saya sering sibuk dengan ‘dunia-dunia’ lain hingga kerap melupakannya, bahkan untuk sekedar menyapa.

Hari ini saya ketemu Erna, dan saya jadi tahu, betapa hebatnya dia. Andai saya mengalami hal yang sama, saya tak yakin bisa bertahan…bahkan sekedar untuk bangkit.Tapi saya yakin, Allah yang maha Adil tidak akan membebani melebihi kemampuan hambaNya menerima.

Hari ini saya ketemu Erna, dan saya sangat bersyukur bisa menemuinya. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s