[Balada Punokawan] Mari Ta’aruf

Alkisah ada empat perempuan hidup dibawah satu atap selama beberapa bulan. Sebut saja Semar, Bagong, Petruk dan Gareng. Mereka menyebut diri sebagai punokawan. Sebenarnya Semar tidak terlalu suka angka genap, empat,  tapi mau bagaimana lagi…nasib dan garis tangan mempertemukan mereka di negeri antah berantah dengan berbagai kesamaan. Sama-sama pendatang, sama-sama perempuan, sama-sama belum menikah, sama-sama Sohe Sholihah, sama-sama suka jalan-jalan, sama-sama hidup bergelimangan harta dan sama-sama bergelimangan peluh karena kerja keras. (Ha ha ha selain korupsi, dapat warisan dan merampok Bank, mana ada cerita orang kere jadi kaya tanpa usaha?).Saya ulangi lagi, keempatnya belum menikah. Dua diantaranya sudah dikejar-kejar usia dan malu karena berkali-kali dikejar pertanyaan, kapan menikah? Kapan menikah? Halah…!! Merekalah Si Semar dan Si Petruk. Sayangnya, si Semar cuek luar biasa. Pertanyaan-pertanyaan itu dia anggap angin lalu, (padahal kadang-kadang dia stress juga). Yang jelas dihadapan orang ia bisa ketawa ketiwi mentertawakan nasibnya.

“Gusti Allah memang belum ngasih,truk! Trus mau apa? Usaha sudah. Doa Sudah. Bahkan mati-matian diobral sapa yang mau,yang penting laki-laki (iih murahan banget..enggaklah!!) Eh tetep aja belum dapet. Trus mau gimana lagi?” Kata Si semar sok bijaksana.

“Bener Mar. Jodoh ditangan Tuhan, tapi kalo kita gak ngambil…jodohnya tetep disana ato malah diambil oranglain…”Kata Petruk mulai stres. Maklum, dia tidak secuek Semar. Ah dasar si semar aja yang kebangetan..

Si Gareng dan Bagong diam saja. Si Gareng punya rencana setaun lagi nikah, jadi dia ga banyak komen. Si Bagong masih harus nyari duit buat memperkaya diri sendiri (eh gak nding!), dia juga ga banyak komen

“Gak sopan Reng, masak taun depan ente nikah. Dari segi usia…kita dulu dong yang harusnya nikah…” Kata si petruk tambah stres
“Tenang aja truk. Gareng kan masih setaun lagi. Lha kita, 6 bulan lagi nikah….” Ha ha ha
“Dasar Semar!!!” Kata gareng, petruk dan bagong bersama-sama
“Sama siapa Mar?”
“Ya gak tau… Biar Tuhan yang ngatur”.
Ha ha ha… Ah daripada mentertawakan orang lain, lebih baik mentertawakan diri sendiri.

Begitulah…mereka sering berbincang-bincang gak jelas, tapi suer…mereka bukan ahlul gosip apalagi presenter gosip kayak cut tari..gak level lah yau! Tapi kalau nyerempet dikit-dikit siih pernah. he he he harap maklum…mereka kan perempuan? Tapi sungguh, perbincangan mereka lebih sering berakhir pada kontemplasi diri, perenungan diri, walaupun akhir-akhirnya tetap berakhir dengan mentertawakan diri sendiri.

Uniknya, aktivitas itu bisa berlangsung di meja makan, di kasur menjelang tidur, di warung makan, di pinggir jalan sambil menikmati lampu malam hari, atau di alun-alun kota sambil ‘thawaf’, bahkan di depan ‘Arch de Thriomph’ sambil menikmati langit sore. Seru kan?

*to be continued*

gambar diambil dari : njowo.wikia.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s