[Resensi] Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

Pertama, Kenapa waktu itu saya membeli buku ini? Love at the first sight kata orang, saya tertarik dengan covernya (lucu gitu). Kedua, saya tertarik dengan kutipan di depan buku “salah satu buku spiritual terbaik..”. Apa maksudnya? Ketiga, karena penulisnya adalah seorang biksu (Selama ini saya belum pernah membaca buku dari seorang Biksu). Baiklah diatas itu semua sejujurnya saya penasaran dengan pandangan spiritual seorang Budhis.^__^

Buku ini berisi 108 cerita pembuka pintu hati, yang dibagi menjadi dua belas bagian : Kesempurnaan dan kesalahan, Cinta dan Komitmen, Rasa Takut dan rasa sakit, Kemarahan dan Pemaafan, Menciptakan kebahagiaan, Masalah kritis dan pemecahannya, Kebijaksanaan dan keheningan batin, Pikiran dan realita, Nila-nilai dan kehidupan spiritual, Kebebasan dan kerendahan hati, Penderitaan dan pelepasan. Tuh kan, sub judulnya saja begitu keren…

Beberapa Quote yang bisa direnungkan dari buku ini :
“Rasa takut adalah mencari-cari kesalahan dengan masa depan. Kalau saja kita selalu ingat bahwa masa depan itu tak pasti, kita tak akan pernah mencoba meramalkan apa yang bisa saja salah. Rasa takut akan berakhir saat ini juga”

“…sesuatu yang bagus akan selalu datang, asalkan saya tetap bersabar. Biasanya dia datang dengan tak disangka-sangka, ketika saya tidak memikirkannya” (hal 147)

“Ada dua jenis kebebasan yang dapat kita temukan di dalam dunia kita : kebebasan untuk berkeinginan dan kebebasan dari berkeinginan..”

“Orang-orang jaman sekarang terlalu banyak berpikir, Kalau saja mereka sedikit mengurangi proses berpikir mereka, barangkali hidup mereka akan mengalir jauh lebih lancar”.
(Membaca bagian ini membuat saya tersenyum sebab jauh sebelum saya membaca ini, alam semesta sudah membisikkannya berkali-kali. Begini ceritanya, hari itu jadwal kerja sudah ditangan, tertulis jam 7 sampai jam 8 malam, memikirkan 12 jam berada di kantor, berjibaku dengan soal matematika membuat saya stress,kapan makan? kapan istirahat? kapan kencan…haiah…Tapi melakukannya tanpa berpikir, menikmatinya detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam..semua akhirnya berlalu. Saya baik-baik saja. Saya memang capek luar biasa, tapi saya bahagia..

Pada akhirnya, Selamat membaca kisah si cacing, selamat merenungi dan selamat menikmati hidup. ^__^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s