Sapi perah?

1 message received. Read!

Awalnya aku tidak bereaksi apa-apa ketika membacanya,  lalu sepenggal kalimat itu seperti pisau yang menyisakan sayatan ‘…kamu cuma dijadikan sapi perah..!’. Dan tiba-tiba aku tidak terima.

Andai dia tahu, betapa hari-hari di kelas (yang kerap ku keluhi) sebenarnya menyembuhkanku. Betapa anak-anak (yang kerap kucereweti) sebenarnya adalah asal mula dari senyum dan tawaku. Betapa banyak teman yang menggantungkan diri dari kerja ini..Dan betapa banyak orang yang sedang menganggur menawarkan ijazah ke sudut-sudut kota.

Dan Kau seenaknya saja mengatakan itu!!!

Menyebalkannnn!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s