Allah, Kau sayang padaku, kan?

Kalau dulu, saat jatuh di titik nadir, saya selalu mengeluh dan dengan ‘sedikit’ tidak rela akan berkata pada Nya : ‘Allah, semua terserah padaMu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.. Pokoknya aku menyerah. Titik! ‘ (Uhh ngambek..!)

Sekarang? Entahlah… Ada yang berbeda.. Saya tidak peduli apa yang dibilang orang, saya tidak peduli apa yang disukai mereka, saya tidak peduli apa yang orang-orang inginkan… saya hanya peduli satu hal : ‘Allah… Kau sayang padaku, bukan?’

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s