Stasiun, Hujan dan Kita

Stasiun Kota “K” : Aku mengantarmu

Hujan menemani kita merangkai kata. Anehnya kita sama-sama tidak merangkai perpisahan. Aku sendiri yakin (entah keyakinan dari mana) bahwa kita akan bertemu lagi, kali itu aku akan menjemputmu di stasiun, suatu saat nanti.

3 Bulan kemudian, Stasiun kota “Y” : Aku menjemputmu

Benar bukan apa kataku? Waktu itu kita tidak mengucap janji, tapi aku tahu bahwa kita akan bertemu lagi.  Dan kali ini hujan yang gerimis menemani debarku menantikanmu. Entah, sejak kapan debar ini menjadi yang ketiga diantara kita.

2 Bulan setelahnya, Stasiun kota “J” : Kita bersama-sama

Terakhir kali aku kesini, aku berjanji tidak akan kembali. Namun Hujan seperti tidak peduli, ia tetap mengucapkan selamat datang padaku. Tuhan apalagi, buktinya Ia tetap mengirimku kembali kesini : ke tempat ini. Bedanya, kali ini aku datang bersamamu. Dan aku tidak takut tersesat lagi.

Note : Entahlah, Ini bukan cinta, hanya rasa bahagia karena menghabiskan waktu bersamamu..

_lagingayal_

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s