Ahad 23 Januari 2011

(Ngaji ahad pagi)
Tadi pagi ngaji di Ahad Pagi IkADI, datang jam tujuh pulang jam setengah delapan (xi xi xi…maklumlah wanita karier). Pembicaranya–ustad yang tidak kuketahui namanya dan belakangan aku tahu ternyata beliau adalah doktor filsafat–bicara soal bahagia, soal hati, soal masalah hidup. Filsafat? iihhh pantes aja.. Point-point yang beliau sampaikan :
#1. Selalu ada yang bisa disyukuri dari setiap keadaan : seburuk apapun itu.
Beliau memberi contoh, pada suatu masa hiduplah seorang tua yang punya seekor kuda. Pada suatu hari, kuda tsb lepas dan tetangganya memberi tahu bahwa kuda itu lari ke hutan dan terperosok ke sungai dan mati. Mendengar itu, pak tua langsung sujud. Bersyukur. Tetangganya kaget dan bertanya,’kenapa anda bersujud pak? Bukankah anda baru saja kehilangan seekor kuda?’
‘Saya bersyukur kuda itu hilang ketika saya tidak mengendarainya. kalau saya sedang mengendarainya tentu saya akan celaka juga’.
(Whaaaa….tertohok!)
#2. kesedihan itu bukan diakibatkan masalah yang sedang dihadapi, tapi berkaitan dengan sikap kita atas masalah itu.. Jadi, jangan jadikan masalah sebagai kambing hitam atas kesedihan yang sedang anda alami.
#3. Menurut imam al ghazali, bahagia adalah ketika keinginan terpenuhi.
#4. Bagaimana ciri shalat khusyuk? kenapa harus membayar 1 juta untuk pelatihan shalat agar khusyuk? apakah shalat khusyuk adalah ketika bisa nangis? Maka Kita perlu bercermin pada Ali ketika meminta pedang yang menancap di punggungnya dicabut ketika sedang shalat. (Jadi??)
#5. Inti shalat adalah al fatihah, inti al fatihah adalah alhamdulillah (syukur), jadi inti shalat adalah syukur…

So, hidup akan lebih bermakna dengan syukur…
Syukur…syukur…gak boleh mengeluh…

##
Siangnya aku liat siaran ulang kick Andy, ada kisah tentang mantan TKI-mantan TKI yang kini sudah sukses. Salah satu yang sempat kulihat adalah seorang perempuan yang kuliah setelah 3 tahun di arab saudi. S1 lalu S2 dan sekarang sedang s3. Beliau kini jadi dosen di Universitas Tirtayasa Banten. Wow…perjuangannya itu yang ga nguati,sekali lagi aku malu..Nikmat dan kemudahan yang selama ini kudapati tidak kusyukuri dengan sebaik-baiknya…

Malamnya aku liat Eat, Pray, Love. Hmm penasaran aja..novelnya sudah kubaca dan berat! Ternyata filmnya juga berat. Setidaknya mereka yang belum pernah baca novelnya akan kebingungan. Tapi tetep ada yang kusuka, ketika Liz ada di India dan rindu sama David. Dia dinasehati oleh temannya, (kalau gak salah dialognya begini…)
‘Aku mencintainya’ Kata liz
‘cintailah…’
‘aku merindukannya’ kata liz lagi
‘rindukanlah…! Ketika kau merindukannya kirimkan cahaya padanya. sudah. setelah itu lupakanlah…’

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s