Mantera

19 Januari 2011/ 22.00
Aku (masih) menahan rindu sambil merapal mantera logaritma, berharap kau muncul diantara tarian variabel dan konstanta…Namun hingga gelap menjelma pekat, namamu tak juga menyapa.

20 Januari 2011/07.00
Aku (masih) merasai rindu itu sambil bertanya tentang mimpi pada diri yang menjelma peri,
‘haruskah kupilih jalan ini?’ tanyaku
‘Kau lupa? kau adalah penyihir yang menyamar jadi penyair…! Dan kali ini, kau sudah terlanjur mengucap mantera..!’katanya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s