resonansi hati

Darimana kau dapati bulir-bulir gelisah yang membuncah tak sudah-sudah
sedang tak sebijipun kau semai ia dalam taman hati yang kau rapikan setiap hari.

Dan adalah hatinya yang kali pertama memanggil hatimu pada hening malam sepucat bulan
saat kau ragu : turut berlalu atau diam menunggu…

(Desember 2010..Kediri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s