Jatuh Cinta

Ini bukan cinta ala layla-majnun yang mengabadi dalam kitab-kitab dan abjad. Ini juga bukan Romeo-Juliet yang mati menegak racun memperjuangkan cinta mereka. Ini bukan tentang gejala cinta yang ditulis berjuta manusia :  degub jantung yang memacu tiap hendak bertemu, rindu yang membuncah kala beberapa masa terpisah, melamun sendirian di sudut kamar dan cemburu menggerutu dengan sebab tak tentu.Dan siang itu awanpun menyerah. Ia turun menjadi rintik yang membasahi sekeping hati. Saya jatuh cinta padanya. Tidak ada degub jantung, tidak ada cemburu pada siapapun. Ajaib…dalam cinta kali ini, semua meniada.

Ah Bagaimana saya tidak jatuh cinta? Ia tidak berpuisi dengan akrobat kata-kata, ia berpuisi dengan dua tangan yang sigap membantu, tanpa banyak bicara. Ia tidak pernah merayu, tidak pernah berjanji membawakan bulan dan bintang-bintang tapi ia selalu membawa segenggam awan, menaburkannya menjadi gerimis lalu pelan-pelan menjelma pelangi di hati. Indah sekali. ^^

(Des 2010)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s