Belajar dari Musa

Pernah merasa masalah demi masalah tak pernah berhenti menderamu? Usahamu sudah maksimal, kegagalan yang kau sandang juga maksimal menimpamu? Segala doa sudah kau lantunkan dan tetap saja pertolongan itu tak tampak. Benteng kesabaran sudah kauDi titik itu Kau bahkan berpikir Tuhan meninggalkanmu sendirian.

Maka lihatlah Musa dan pengikutnya yang dikejar bala Fir’aun. Oleh Allah Musa diperintah berlari ke arah laut merah. Tak banyak bicara, Musa tunduk,tak menyanggah bahkan adu argumentasi. Pikiran logisnya hilang ditelan iman yang membaja. Dan apa yang terjadi di laut merah? Ia terkepung. Mestikah ia mengarungi laut? Berenang? (Kalau dipikir pakai logika, sama saja dengan bunuh diri). Ia tak tahu apa yang akan terjadi, tak tahu pertolongan Allah macam apa yang akan turun. Padahal air laut merah sudah seleher kepala kuda tunggangan, padahal tentara Firauan sudah semakin mendekat di belakang.

“Masa depan adalah kotak Pandora, dan keghaiban hari esok adalah bagian dari palu Allah yang dipergunakan-Nya untuk menempa dan membentuk jiwa kita.”

” Mari kita sambut dengan suka cita dan kita nikmati palu keghaiban-Nya, karena kita tidak tahu palu yang mana yang akan digunakan-Nya membentuk jiwa kita esok hari. Tenanglah, karena kita berada dalam genggaman Sang Maha Sutradara yang Sangat Terpercaya. Tidak ada yang perlu kita khawatirkan, semua sudah diukur-Nya dengan rapi. Kita hanya melompat dari keadaan “nyaris” yang satu ke “nyaris” yang lain. Semakin tebal tabungan “nyaris” kita, semakin terbukalah Wajah-Nya yang Maha Indah. Hati kita mungkin dibuat-Nya remuk, tapi bukankah Allah swt mengatakan, “Carilah Aku di antara para hamba-Ku yang remuk hatinya”.

*terinspirasi dari blog mama agnes*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s