Trip to Malang

Jumat 22 Oktober 2010

Berawal dari perbincangan dua orang yang jelas-jelas tidak jelas,
‘minggu ini kita ngapain?’
‘ga ngapa-ngapain’
‘suntuk di kediri. ke malang yuk?’
‘ho oh. sekalian aku mau ke tempat mbak Rini!’

Maka Jadilah kami ke malang. Ninung–rekan seperjalananku–berangkat sabtu pagi (sabtu ini dia ga ngajar, dia ada perlu dengan mbak Rini), aku berangkat ba’da magrib selepas ngajar. kami mengambil rute yang sama : kediri-pare-kandangan-pujon-batu-malang, sekitar 4 jam perjalanan naik bus puspa indah dengan ongkos 17.000,-

Jangan ditanya bagaimana jalur pujon-batu : hutan, dingin, meliuk-liuk seperti ular, membuat perut mual. jadinya aku tidur. takut mabok.

Jam 22.00 saya sampai di terminal landung sari (deket UMM), sambil nunggu jemputan, saya pesan soto dan segelas milo anget. (ck ck rasa soto-nya aneh. dan tiba-tiba saya rindu rumah).

Ahad 24 Oktober 2010

Tujuan kami hari ini adalah Pasar buku wilis (jiah lagi-lagi buku). ya iyalah, buku bekas dan murah menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk diburu, apalagi jauh-jauh hari saya denger kabar bahwa blok W (sebutan lain jalan wilis) Malang adalah bursa buku bekas yang layak disambangi oleh para pemburu buku.

Dari depan balaikota malang kami naik lan AL, turun persis di sebelah jalan wilis. olala jreng, ternyata mirip Shopping Jogja. Dan kalau dibanding dengan shopping Jogja, Wilis masih kalah (he he he maaf ya. piss ^_^V), tapi jelas hal itu tidak mengurangi semangat saya berburu barang murah. he he he. Benar juga, beberapa jam muter saya dapat agatha christie 5 seri yang sudah sulit didapat di tempat lain (dulu saya suka berburu agatha murah di kompas-gramedia fair, harganya 10ribu. Berhubung stoknya sudah ga ada saya mulai kesulitan mendapatkannya. Maka tak salah jika saya surprise dengan hasil buruan kali ini. 5 seri agatha christie!!). Trus dapat ensiklopedia matematika untuk anak, beberapa majalah anak dan dongeng indonesia untuk anak 2.700/eks (timun emas, si kancil, dst). Alhamdulillah…:). Oya  koleksi novel terbaru tidak begitu banyak, saya cuma melihat laskar pelangi, maryamah karpov, bumi cinta, negeri 5 menara, twilight the series dan beberapa novel yang tidak saya ingat judulnya.

Tips : Hati-hati beli novel disini, terancam dapat buku bajakan. awalnya saya mau beli Bumi cinta-nya pak Habib (kan dapat murah), tapi saya ingat mbak Muya (istri pak Habib) di salatiga sana yang hidup begitu sederhana bersama dua pangeran kecilnya. ah saya tidak tega..

Tersesat

Begini ceritanya, pagi dalam perjalanan ke Balai Kota, Ninung–rekan seperjalanan saya yang juga bukan orang malang–bilang,’Mbak kalau perjalanan kita tidak pake acara tersesat, berarti belum afdhal’. Kami tertawa. Hush! Dia nambahi lagi,
‘Tapi kalau kita tersesat kan tinggal cari angkot yang ke terminal ya?’
Dan Aku buru-buru memarahinya. Jelas terancam tersesat. Perjalanan kali ini tanpa bekal memadai sebagaimana biasanya : ga ada peta malang, ga ada list jalur angkot, kami cuma berbekal sms dan hp(internet) dengan batere yang makin lama makin menipis.

Maka jadilah episode tersesat itu. Sepulang dari Wilis kami ingin ke terminal landung sari (maunya ke Jatim Park). Saya nanya ke pak sopir lan AL,
‘landung sari pak?’
‘bukan mbak. arahnya sana…’
Dan buru-buru saya menuju arah yang ditunjuk bapak tadi. tanpa ba-bi-bu kami masuk dan asyik menikmati jalan. tapi lama-lama perasaan saya gak enak. kok kami lewat jalur yang sama dengan keberangkatan tadi? kok lama sekali? dan jreng kami sampai di terminal yang ‘lumayan’ besar : arjosari.
‘mbak turun mana?’ tanya pak sopir ‘landung sari,pak’
‘lah? mbak ini gimana…harusnya %$%&**(Y%$^&&**(()$#@@##$’  Bapak sopir itu ngomel. aku mengerutkan kening. mau balas ngomel tapi sudah terlanjur tersesat. ga ada navigasi apapun.. Setelah kupikir-pikir lagi,rupanya bapak yang pertama tadi salah dengar, aku bilang landung sari, dengernya arjosari. yeee salah sendiri, nama terminalnya juga mirip. Belakangan aku merutuki diri sendiri, kupikir sama kayak di Jogja, satu-satunya terminal besar adalah Giwangan, jadi ketika bilang terminal, orang-orang langsung ngeh : Giwangan. Nah disini? entah ada berapa terminal..

Akhirnya kami naik angkot yang sama, muter jalur sama..berjam-jam hingga sampai ke Landung sari.
Hff…!!

Tips : jauh-jauh hari, siapkan peta perjalanan dan peta angkot. kadang-kadang bertanya pada sopir dan orang-orang tidak menyelesaikan masalah. anda sangat mungkin tetap tersesat.

Jatim Park #1
Apa yang menarik disini? entahlah. saya hanya penasaran ketika Om saya dari SMA I Pakem yogyakarta jauh-jauh piknik ke tempat ini. 8 jam perjalanan untuk mengunjungi jatim park.Tiket masuk 45ribu, sudah gratis bermain di 53 wahana. Di awal perjalanan ada anjungan berisi pakaian tradisional propinsi di Indonesia, anjungan jawa timuran, area fisika-kimia-biologi (mirip Taman Pintar), ada replika candi Jawa timuran (Karena saya ga nemuin replika prambanan, borobudur, kalasan, mendut, candi sari, gedong songo), diorama kehidupan pra sejarah dan kehidupan masyarakat di masa kolonial.
Yang menurut saya paling menarik dari itu semua adalah adanya replika hewan mistis yang ditemukan di area candi di Indonesia: medallion, naga bersayap, gajah bersayap dst lengkap dengan asalnya dan fungsinya. menarikk 🙂 Indonesia ternyata kaya ya?

Selebihnya, isinya wahana permainan. berbeda dengan kunjungan ke Prigen, kali ini saya tidak begitu berminat main. lihat mainannya aja udah ngeri. hiiy, menyerahkan nyawa ke sebuah mesin yang sekedar mencari debaran dan mual-mual? ah tidaakk!! mendingan baca Novel.

BNS
Tujuan kami selanjutnya adalah BNS (Batu Night Spectacular). BNS buka mulai jam 15.00, tiket masuk 10 ribu. isinya mainan lampu. Lah kok murah? Ya iyalah, 10 ribu cuma tiket masuknya. kalau mau main dan masuk arena lampion kudu bayar 10 ribu lagi (Oya, kalau hari biasa cuma 7 ribu). Saya dan Ninung nyoba main sepeda udara, maunya menikmati pemandangan kota batu dari atas, hasilnya kami jerit-jerit ketakutan. takut jatuh, takut kalo mesin mati…ah dasar!! Terakhir–sebelum pulang–kami nyoba skating. he he he berlagak kayak main ice skate di Swiss..10 menit 20ribu. hasilnya? ya lumayan, minimal saya sudah punya bekal bisa jalan dengan sepatu aneh kayak gitu. besok kalau sudah beneran main skate di eropa sudah gak kaget lagi. hi hi hi…!

Pulang
Petualangan selesai?Belum sodara!! kami masih harus berpikir bagaimana bisa pulang ke kediri. Hff.. Malam-malam begini bus Puspa Indah sudah habis. Mau nyari penginapan kok mahal–setidaknya tidak cucok dengan kantong kami yang pas pasan. (saya sudah sempat telpon hotel, 300 ribu per kamar. weh? kirain ada yang 100 ribu. he he he…mendingan pulang). akhirnya kami mendadak dan terpaksa menelpon travel. 45 ribu dari Batu ke Kediri. Gak papa lah.

Sebetulnya saya tidak tenang kalau malam ini mau nginep lagi di Malang, besok pagi saya harusnya ujian Grammar 2 di Pare, sama sekali belum belajar. belum lagi harus bolos kelas listening juga. haduuh…kebanyakan bolos akan membuat hidupmu tidak tenang. Jadi? lebih baik pulang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s