Ayat-Ayat Mimpi

(Kepada para pemimpi yang masih istiqomah bermimpi..)

Apakah anda seorang pemimpi? (maksud saya tentu bukan tukang tidur. Tetapi pemimpi adalah orang yang punya cita-cita tinggi, apapun itu). Apakah anda lelah karena mimpi-mimpi anda tidak kunjung tercapai? Apakah anda sebel sama Tuhan karena sepertinya Dia sudah cuek dengan anda? (Ya iyalah…bagaimana tidak sebel, Anda sudah berdoa berhari-hari, berbulan-bulan namun Tuhan belum mengabulkan doa anda,bukan?)

Baiklah teman, saya hanya ingin berbagi, berharap semoga tulisan ini mencerahkan (kalaupun anda malah tambah pusing, tolong maafkan saya, saya sungguh tidak bermaksud demikian).

Oke! Saya akan mulai dengan cerita.

Beberapa waktu yang lalu, di alam antah berantah yang tidak terjangkau fesbuk ataupun sinyal GSM, sebentuk wujud menemui saya. Awalnya saya ketakutan. Di dekatnya saya merasa ada aura negative yang menghisap aura positif saya (hi hi hi), ada ancaman sekaligus keinginan mendekat. Saya membutuhkan beberapa lama untuk bisa mengatasi ketakutan itu sampai akhirnya saya berani dan berkenalan dengannya. Olala..rupanya dia adalah dewa mimpi. (he he he! Hush! Serius!). Dan rupanya dia sengaja menemui saya untuk menyampaikan teorema mimpi (halah…nampaknya Si dewa mimpi ini pernah belajar matematika) sekaligus ayat-ayat mimpi untuk disampaikan kepada rekan-rekan pemimpi yang lain. Oya, bagi teman-teman yang belum tahu saya sampaikan dulu bahwa mimpi itu termasuk salah satu bahasa alam, seperti halnya gravitasi, waktu, gerak bahkan bunyi. Jadi seperti mekanisme alam lain yang mempunyai aturan (dan oleh manusia dinamakan hukum) mimpi juga punya aturan main. Ia tidak sembarangan bisa mewujud setiap waktu..sim salabim prok prok prok jadi apa…!?

Nah langsung saja, begini bunyi ayat-ayat mimpi itu..

Ayat 1. mimpi itu seperti bayi. Seseorang yang berani bermimpi seperti orang yang berani melahirkan bayi. Kau tak bisa begitu saja melahirkan, lalu meninggalkan bayi yang telah kau lahirkan di jalan atau di pasar. Kau harus bertanggungjawab, membesarkan dan menjaganya. Begitupun dengan mimpi, sekali kau memimpi, hidupmu sudah kau gadaikan di jalan itu. Tidak ada kata mundur. Kecuali kau ‘bunuh’ mimpi itu pelan-pelan, tapi itu berarti hidupmu tidak akan tenang sebab ‘hantu mimpi’ yang telah kau bunuh itu akan menghantui mimpi-mimpi sepanjang hayatmu. (weh? Mimpi menghantui mimpi…??!)

Ayat 2 : Setelah kau berani memimpi, maka Tuhan yang maha mendengar dan maha baik dengan serta merta akan memeluknya lalu dengan caraNya Ia akan mengabulkan dan mewujudkan mimpi-mimpi itu. Semustahil apapun mimpi itu! Kau tidak boleh lupa, Ia sang maha sempurna dan tak ada yang mustahil untuk Nya. Dan yang terpenting adalah: Ia bekerja dengan caraNya, Ia bahkan tidak meminta persetujuanmu, apakah kau suka dengan cara itu atau tidak.

Mungkin pada suatu hari Ia akan memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kau suka, kali lain (mungkin) Ia memintamu berdarah-darah untuk satu hal (yang kau anggap) sepele atau bisa jadi pada suatu hari yang lain Ia akan mengajakmu bercanda dan sedikit bersenang-senang. Pada suatu waktu (mungkin) Dia akan memisahkanmu dari teman-temanmu, mengirimmu ke negeri asing, menjauhkanmu dari ibu dan ayahmu, bahkan membuatmu menangis semalaman karena rindu yang tak sudah-sudah pada seseorang.

Lalu?

Jangan kuatir, sebab Sesungguhnya–apapun yang terjadi–Dia mencintaimu lebih dari yang kau perlu (ngutip dari Galaksi Kinanthi). Maka lebih baik tenangkan hatimu..Kau hanya perlu mengikuti petunjukNya, sabar dan tidak berputus asa. Titik!! Jangan banyak tanya, jangan mengeluh apalagi protes pada aturan mainNya.

Jadi? Tetaplah punya impian dan tetaplah berusaha mewujudkannya. Oya, Jauh sebelum saya bertemu dewa mimpi, seorang teman menasehatkan ketika engkau lelah, Jangan meminta bebanmu diringankan, tapi mintalah agar punggungmu ditegakkan, kakimu dikuatkan dan dadamu dilapangkan.

Selamat melanjutkan mimpi!

—- kediri, medio Agustus 2010—-

Note : Makhluk itu segera pergi setelah menyampaikan ayat-ayat mimpi. Ia Cuma makhluk yang masuk dalam dunia pikiran saya, jelas ia bukan jibril!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s