Jakarta – Kediri : Pulang!

(Bagian ketiga dari tiga tulisan)

Sebelum meninggalkan kota metropolis ini saya mampir ke rumah mbak Aini di Utan Kayu, Jakarta Timur. Saya yang paling benci dengan segala tetek bengek arah utara-selatan dan kiri-kanan harus berjuang cukup keras untuk sampai ke rumah beliau. Setelah berdesak-desakan di Shelter Bus Way Kali Deres, nyasar sampai Terminal Pulo Gadung, lalu sempat salah ambil arah hingga harus kembali naik dan menyusuri jembatan Bus Way yang panjangnya bikin kaki gempor..Hfft! Akhirnya sampai juga saya di rumah beliau, disambut Sofi, sang keponakan (he he he keponakan? ) yang sejak lahir belum pernah saya temui.

Setelah istirahat beberapa lama, kami berbincang tentang banyak hal ( Sudah hampir 3 tahun kami tidak bertemu—terakhir saya ketemu pas beliau menggelar resepsi pernikahan di Magelang . Dan tidak sepertiku, beliau masih seperti dulu).  Mbak Aini bercerita tentang perjalanan terakhirnya ke Kuala Lumpur, saya bercerita tentang perjalanan terakhir ke Salatiga dan Belitung. Di sela perjalanan pulang (saya pulang naik Senja Kediri dari Stasiun Senen) Beliau bercerita tentang konsep pendidikan anak yang sudah beliau diskusikan dengan sang suami.  “Pada akhirnya, aku memilih kerja-kerja yang tidak full time seperti ini, Ri. Aku bisa memanage waktuku untuk lebih banyak bersama sofi dan melakukan aktivitas-aktivitas sosial yang lain. Kalau kita telururi kembali, orang sekarang ini kerja dari pagi sampai sore—bahkan malam—untuk apa coba? Untuk anak dan biaya pendidikan anak mereka. Apalagi biaya pendidikan sekarang melangit. Mahal sekali. Kalau misalnya logikanya dibalik, kita bisa menghandle pendidikan anak, kita bisa memangkas biaya pendidikan itu, kalau perlu menjadikannya murah (konsep ini hampir mirip dengan konsep pak Din) maka alokasi dana bisa dipakai untuk yang lain”. Siiippppp!! Sepakat mbak!

Tapi kami keburu berpisah. Hebat juga muslimah satu ini, hidup dan membesarkan anak sendirian di kota sebesar ini (sang suami sedang belajar ke Negara Eropa sana) dan ia bisa survive bahkan dengan riang gembira berkata pada saya bahwa Jakarta lebih membuatnya ‘bersemangat’ dan ‘terpacu’ untuk melakukan lebih banyak hal, termasuk kursus bahasa inggris 3 kali seminggu. Salut!!

Dan sampailah saya di Stasiun Senen. Setelah sempat menunggu beberapa menit, datang juga kereta yang akan membawa saya keluar dari kota ini. Sebelum meninggalkan Jakarta, saya sempat mengabari beberapa teman via sms mengenai pertemuan singkat saya dengan mbak Aini seraya mengucap syukur kepada Allah, Tuhan yang Maha Baik yang telah mempertemukan saya dengan orang-orang luar biasa macam beliau.

Selamat Tinggal Jakarta..!

Oh Ya, saya sempat pinjem buku ‘Negeri Van Oranje’ dari rak buku mbak Aini untuk teman perjalanan saya kali ini. (Saya sudah tidak berminat foto-foto, saya cuma ingin membaca. Sebab membaca di kereta adalah keasyikan tersendiri yang tak terganti.)

//Senin pagi : 05 Juli 2010, Kediri//

Saya datang lagi ke kota ini. Entah kenapa rasanya seperti pulang. Benar-benar pulang. Menatap jalanan dan bangunannya yang hampir tidak berubah membuat saya lupa bahwa saya sudah meninggalkan kota ini setahun lamanya. Aneh. Sebab saya juga merasa saya hanya meninggalkan kota ini tiga hari lamanya

(Note : Beberapa hari berikutnya saya kena flu. Kecapekan setelah berhari-hari berjalan tanpa lelah. Kini badan saya menjerit butuh istirahat…)

Ditulis di kediri, 12 Juli 2010

Iklan

2 thoughts on “Jakarta – Kediri : Pulang!

  1. hummm, mirip yang kualami tiga hari kmren mb…jkt-jogja-jkt…pada akhirnya aku harus pulang ke ibukota, menyelesaikan PR ku disini…bismillah…aku pasti bisa,,,ini sdh pilihan ku,,,^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s