Refleksi!

“Perjalanan ini terasa sangat melelahkan/Sayang engkau tak duduk disampingku, kawan” (Ebiet G. Ade)

Gedung Kesenian Solo/28 May 2010/ jam 7 malam lebih sekian menit

“Apakah manusia tidak butuh ilmu?” Tanyaku akhirnya.  Ini titik kulminasiku. Aneh. Titik kulminasi-ku adalah  Keputusasaan dalam bentuk pertanyaan retoris dan hampir pasti tidak butuh jawaban.  Berbagai kontradiksi itu benar-benar ada dan menuntut jawaban. Kalo kata D’Masiv : kontradiksi itu membunuhku. Aku melihat semangat meletup untuk bebas yang pada akhirnya tanpa kendali, benarkah ‘itu’ yang benar? Lalu benar itu sendiri benar dalam parameter apa? “Manusia yang seperti apa,Yul? Ilmu yang seperti apa?” Tanyanya seperti biasa. “Ilmu dalam bahasa Inggris atau Arab? Science, knowledge, atau Al Ilm?” Tanyanya lagi.

“Science!” Jawabku asal.

“Kalau setahuku, Science seperti definisi pada kamus, berarti sesuatu yang bersifat material, bisa diukur, bisa di hitung, rasional, logis…! Aku yakin ilmu yang kau maksud bukan itu,Yul!”

“Kalau begitu, ilmu seperti yang dipunyai ilmuwan muslim. Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Ibnu Al Haitsam…! Sebab ada kontradiksi yang tak bisa kupahami, ketika mereka belajar ilmu agama, mereka begitu patuh pada Ustadz, pada kitab, pada aturan..Namun ketika mereka belajar ilmu selain agama, mereka melakukan ‘kejahatan‘ dengan belajar seenaknya, tanpa aturan, tanpa guru, tanpa hirarki..! ”  Hff aku lega ketika mengeluarkan kalimat itu.

==To Be Continued==

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s