Ini Tentang Kepribadian

Hari kamis kemarin kami sekelas rame-rame melakukan tes kepribadian. Buat temen-temen kelas I, tes ini dimaksudkan sebagai perkenalan, bahwa nun jauuh diluar sana ada sebuah ilmu yang diberi nama psikologi, ada orang-orang yang rela menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar dan menganalisa jiwa manusia (termasuk didalamnya kepribadian manusia), ada orang yang menyusun berbagai teori jiwa, menamai berbagai sakit jiwa, menciptakan berbagai therapy dan obat  hingga (mungkin) pada akhirnya semua jiwa akan didiagnosa ‘sakit’.  (he he he … yang terakhir ini…entahlah^_^)

Mereka menikmati tes ini dan berseru riang waktu kubacakan hasilnya. Jadi, menurut psikologi, kepribadian manusia itu membentuk sebuah pola. Dan Hipocrates sejak 400 SM menggolongkan manusia kedalam 4 tipe kepribadian : Sanguinis, Plegmatis, Koleris dan Melankolis. Tapi tidak kemudian saklek dan menjadikan kepribadian ini berada dalam wilayah hitam-putih, maksudnya jangan kemudian berpikir jika seorang berkepribadian sanguinis berarti tidak punya kepribadian koleris. Setiap manusia punya keempat pribadi itu, hanya saja porsinya berbeda.

Aku sendiri mendapat hasil yang cukup mengejutkan. Hmm… begini, sekitar tahun 2004 aku pernah melakukan tes serupa,  hasilnya : Sanguinis. He he he..orang yang  tidak jelas, suka bersenang-senang, hidup tanpa beban, easy going, dst.  Tapi kali ini aku mendapati diriku adalah seorang koleris-Plegmatis. Berkemauan keras, pemimpin, suka damai dan menghindari konflik. Meski biasanya aku tidak percaya dengan tes aneh macam ini, (Cuma buat iseng-iseng berhadiah) tapi kali ini aku sempat terkejut, Kok berubah ya? Ah masa siih? Lalu aku sadar, waktu, pengalaman, kejadian dan tempaan hidup benar-benar berpotensi menjadikan seseorang berubah. Waktu 6 tahun yang telah kulewati, ketemu orang-orang aneh, merasai perang pikiran, melihat berbagai usaha manusia menyiasati kekerasan hidup ternyata menjadikanku sedikit berubah. Sungguh, tidak ada yang benar-benar statis. Waktu saja senantiasa berubah dengan penanda berupa detik, menit, jam, hari, tahun. Apatah lagi manusia yang Cuma setitik kecil makhluk yang terombang-ambing di lautan waktu.

Satu lagi, mendadak aku terheran-heran dan bertanya-tanya bagaimana aku bisa bertahan hidup hingga sekarang, sementara banyak hal kontradiktif yang ada dalam diriku : tidak teratur dan acak tapi mendalami matematika yang membutuhkan keteraturan dan irama,(sering) kebingungan dengan arah utara-selatan dan (akibatnya) sering tersesat di jalan tapi suka sekali jalan-jalan. Aku sulit mengemukakan ide secara verbal tapi memilih mengajar yang sangat mengadalkan kemampuan komunikasi verbal. Aku sulit mengingat nama tapi tiap tahun selalu menemui ratusan wajah berbeda hingga kadang keliru menempatkan orang yang kukenal pada periodenya (missal : ooh si Nia itu temen kuliah, yang Nia ini temen di Kediri, Nia ini temen di Salatiga..dst!).

He he he  ^_^V

[Boyolali, 23 May 2010]

Iklan

2 thoughts on “Ini Tentang Kepribadian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s