[Resensi] Cecilia dan Malaikat Ariel

Tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan novel 210 halaman ini. Bahasa dan ceritanya sangat khas Gaarder (Seperti yang telah saya kenal sebelumnya lewat Dunia Sophie, Gadis Jeruk dan Maya).  Perbincangan tentang semesta, misteri dunia dan Tuhan. Meski demikian, selalu ada yang berbeda.

           Inilah Cecilia, seorang gadis yang sedang sakit keras, hanya bisa terbaring di kamar dan mungkin tak kan pernah sembuh. Dalam sakitnya ia marah kepada Tuhan. Namun, suatu hari, terjadilah sebuah keajaiban, seorang (atau sebuah ?) malaikat datang mengunjunginya. Ariel nama malaikat itu. Dan terjadilah persahabatan unik itu. Keduanya bertukar cerita tentang dua dunia. Malaikat bercerita tentang surga sedang Cecilia akan bercerita tentang bagaimana rasanya menjadi manusia.

                Membaca buku ini membuat saya berpikir kembali tentang hakikat penciptaan, dengan sudut pandang lain tentunya. Pertanyaan dan pernyataan yang terkesan tolol satu demi satu menghentak kesadaran saya, misalnya ‘Bagaimana rasanya melihat?’ ‘Seperti apa rasanya menjadi makhluk dari darah dan daging?’ ‘Bisakah kau membaui cahaya?’ ‘Bisakah kalian merasakan aliran darah di urat nadi kalian?’ dan ‘malaikat tidak bisa mencubit lengannya sendiri’. Bukankah menjadi manusia itu sesuatu yang ajaib? Keajaiban yang jarang disadari seperti oksigen yang menyatu dalam nadi kita.

                Nah, waktu itu saya membayangkan sesosok malaikat yang sedang penasaran (waah bukankah malaikat tidak mengalami penasaran?) sedang menghadang langkah saya di depan pintu, kemudian ia bertanya pada saya, “Bagaimana rasanya menjadi manusia,ri?” Saya akan segera menjawab, “Waah…Seru,Kat! Bisa ngerasain marah, jengkel, patah hati, putus asa, cemburu, senang, bahagia, luka dan jatuh cinta!”

 [Salatiga 21 April 2010 ] : Selamat Hari Kartini ^_^

Iklan

5 thoughts on “[Resensi] Cecilia dan Malaikat Ariel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s