Yaa Tuhanku ataukah Tuhanku?

Tahukah anda bahwa ternyata tidak terdapat ayat al Quran yang mengabadikan doa orang-orang mukmin yang menyeru kepada Allah dengan panggilan ya/Wahai? Perhatikan lagi bahwa doa para nabi maupun orang-orang terpilih yang namanya mengabadi (Maryam, Istri ‘Imran, Luqman,dst) akan memanggil Allah dengan Rabbana atau Robbi, bukan Ya Rabbi atau Ya Rabbana. Kenapa? Sebab ya/Wahai memberi kesan adanya jarak yang jauh antara yang memanggil dan yang dipanggil, sedangkan kaum mukmin adalah orang-orang yang senantiasa dekat dengan Allah.

Selain Rabbana atau Robbi, Sebagian doa menggunakan kata Allahumma. Asal kata ini adalah ya Allah, tetapi untuk menghindari kata ya/wahai yang merupakan panggilan untuk jarak yang jauh, ditambahlah huruf mim bertasjid sehingga berbunyi Allahumma.

Dalam tafsir Al Misbah, Ust. Quraish mengingatkan beberapa hal. Menurut beliau, beberapa pilihan kata dalam bahasa Indonesia yang dipilih di tarjamah depag sebenarnya agak kurang sesuai dengan arti kata dalam bahasa arab. Mengingat lembaga di Indonesia yang melakukan penerjemahan dan bertanggung jawab terhadap penerjemahan Quran adalah depag, jadi kritik ini diberikan pada depag (duh, sebelumnya maaaf…saya bukan tafsirin, bahasa arab aja Cuma bisa dikit-dikit. Sama sekali saya tidak punya kemampuan untuk menterjemahkan Al Quran ke bahasa Indonesia, ini murni saya baca di tafsir Al Misbah..suer!! )

Ust. Quraish dalam tafsirnya mengartikan Rabbana sebagai Tuhan kami sedangkan robbi diartikan sebagai Tuhanku. Sementara dalam tafsir DEPAG, Rabbana maupun robbi diartikan dengan ya Tuhan kami (atau ya Tuhanku).  Kalau tidak diperhatikan dan dicermati, memang sepertinya tidak berbeda, keduanya juga sama-sama menyebut dan meminta kepada Allah, tapi menurut saya, nilai rasa keduanya berbeda (bahkan sangat terasa bedanya setelah kita tahu). Yang satu begitu dekat, yang satu begitu jauh.

Nah, Mari kita intip doa para Nabi dan orang mukmin yang diabadikan di Al Quran (Silakan dicek di Qur’an masing-masing):

1. QS Ali Imran 35

Al Quran menggunakan kata robbi dalam ayat ini.

Tarjamah Depag berbunyi begini :

“(Ingatlah) ketika istri ‘Imran berkata ”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepadaMu….”

Sementara dalam tafsir Al Mishbah disebutkan:

“(Ingatlah), ketika istri ‘Imran berkata : ‘Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepadaMu apa (anak) yang dalam kandunganku kiranya menjadi seorang yang dibebaskan (dari segala ikatan dengan makhluk)…”

2. QS. Ali Imran 47

“Maryam berkata, “Tuhanku, bagaimana bisa aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun..”

3. QS. Yusuf 101

(Salah satu Doa Nabi Yusuf)

“Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian penafsiran peristiwa-peristiwa…”

4. QS. Hud 47

Dia (Nuh) berkata, “Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari memohon kepadaMu sesuatu yang aku tiada mengetahuinya…”

(Catt : Cuplikan ayat nomor 2 hingga nomor 4 saya ambil dari tarjamah di tafsir Al Misbah).

Sungguh, saya jadi makin iri pada mereka, pada manusia-manusia melangit itu. Mereka sayang pada Allah hingga Allah mengabadikan doa-doa dan nama mereka dalam Al Quran. Mereka senantiasa dekat dengan Allah, hingga memanggil Tuhannya pun dengan panggilan yang begitu mesra: Robbi, Tuhanku. Bukan Yaa Rabb!

Lalu, Semesra itu jugakah kita?

(Sedikit catatan setelah membaca beberapa bagian tafsir Al Misbah)

Ref: Tafsir Al-Mishbah dan Tarjamah Al Qur’an Depag

Iklan

One thought on “Yaa Tuhanku ataukah Tuhanku?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s