Sastrawan di Kali Opak… (Ngapainnn??)

Catatan kecil saat menjadi “penyusup” di acara Liburan Sastra di Pesantren (LSDP)

[: 20.01 waktu K530i-ku] Menurut saya, ini romantis. Lilin-lilin berjajar, meliuk manis di setapak jalan menuju pendopo utama. Seperti menggantikan peran bintang yang malam ini hampir tidak kelihatan. Pembawa acara sudah memimpin pembacaan Al Fatihah ketika saya datang. Alhamdulillah, berbekal secarik alamat, peta lewat SMS, nanya orang di jalan, serta sedikit ke‘nekat’an menentang gerimis, sampai juga kami di pesantren ini. 😀 Semua bermula dari undangan tak resmi dari Maia* siang tadi. “Datang ya Mbak nanti habis magrib, sastrawan besar ngumpul di kali opak. Ada Ahmad Tohari, D. Zawawi Imron, dll.”

Nah Lo?? Kapan lagi?

Acara malam ini adalah semacam gelar karya sebagai penutup dari rangkaian acara Liburan Sastra di Pesantren (LSDP) yang diadakan Komunitas Mata Pena. Pesertanya adalah pelajar (Tsanawi hingga Aliyah) dan Mahasiswa.

Diawali dengan penampilan kolosal teatrikal para peserta berjudul “Hidangan para Dewa” tentang Zeus dan Iblis. Kemudian dengan daulat dari pak Ahmad Tohari dan penonton, pak Zawawi Imron membacakan beberapa puisinya : “Ibu”, “Alif”, “Hutang” dengan power-nya yang luar biasa. (Saya sempat kaget waktu beliau menyatakan hafal hampir 100-150 puisi yang pernah ditulisnya).

Setelahnya pak Ahmad Tohari memberikan orasi Budaya. (Di sela-sela acara ini, saya sms ke Agnes [’Ni, aku ketemu sama pak Ahmad Tohari, Zawawi Imron, dll]   [Sapa tuh,’i?] [Gubrak…!! Sastrawan Indonesia, Pak Ahmad Tohari penulis ‘Ronggeng Dukuh Paruk!] [Sorry i’ kuper])

“Apakah anda merasa berdosa jika meninggalkan Sholat?” Tanya pak Tohari kepada para santri.

“YAAA!!!” Jawab para peserta.

“Kenapa?? Karena Sholat diperintahkan Tuhan. (Jelas itu!!) Lalu kenapa anda tidak merasa berdosa ketika tidak membaca? Padahal Membaca juga jelas-jelas diperintah dalam Quran? Kalau anda banyak membaca, anda akan menghasilkan tulisan yang beragam. Tulisan yang tidak hanya berputar pada C.I.N.T.A!! Ayat-Ayat Cinta, Dalam Mihrab Cinta, dst” (Pak Tohari menyebut banyak judul tentang cinta yang sempat boom di Indonesia). Dhuer!! Aplaus dari peserta memenuhi atmosfer pesantren ini. Saya sepakat pak!!!

Setelah pak Ahmad Tohari, kami disuguhi teater Sahita dari Solo. Wooowww..!!! Kereeennn Buanggetttt!!! Bussyeeettt!! Tak kasih jempol enam deh (yang dua minjem kamu) sama teater satu ini. Digawangi empat perempuan yang gemulai nari, nembang, berfilsafat, hingga berefleksi tentang hidup. (pake bahasa jawa.) “Hidup di dunia itu mencari jalan pulang menuju keabadian.” Katanya. Sungguh, malam itu saya terpukau. Seolah saya ikut menari bersama mereka.

Berikutnya menyusul Genk Cobra. Awalnya saya gak begitu ngeh sama grup musik ini. Siapa sih dia?? Tapi begitu mereka nyanyi kembang lambe, lalu Jogjakarta, Jawa Timur, Jaman wis akhir, dst… Eh saya terbawa alunan musiknya. Easy listening.

Sajian terakhir pembacaan puisi dari beberapa orang. Eh Maia* juga ikutan baca. Saya penasaran saja sama puisi yang dia baca. Awalnya lirih. Berbait-bait, berlarik-larik, hingga bait penutupnya “Apakah Benar-Benar Tuhan yang menciptakan Manusia atau sebaliknya?”** (haduuh…..???!!!$$$$)

[Senin 11jan10 : 00.15—waktu K530i-ku] Acara selesai.

Ket :

* Maia = Maia Rosyida : orang ‘’super aneh’’ yang juga novelis, sutradara, editor film, pemain teater. Salah satu mahasiswa UK QT (Universitas Kehidupan Qoryah Toyyibah)

** kata-kata Kahlil Gibran yang menjadi semacam ‘maskot’ anak-anak teater di QT. aih-aih  Maia, jauh-jauh baca puisi ke Jogja ujung-ujungnya itu juga??

Iklan

6 thoughts on “Sastrawan di Kali Opak… (Ngapainnn??)

  1. aiiiiiiiiii, jangan masukin sms pernyataan kuper di blog dunk…malu…

    tp aq setuju i. jangan jadikan cinta sebagai tuhan kita.

    btw, klo qta bs ktmuan lg, nyok qta nari bareng, tarian bebas..yg hanya kita dan dia yg tau..mengapa..

    btw no. 2 (abis btw ada btw lage :p), TKP di kali opak?bantul?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s