Syetan!!

Siapa gak kenal Syetan? Ia begitu dekat. Bahkan kadang kita lupa menghitung berapa kali dalam sehari kita berlindung darinya, bersamaan dengan pembacaan Taawudz.

Tapi belakangan ini saya tertarik dengannya. Kalau ketertarikan ini layak disebut tragedi, maka tragedi ini saya dengan makhluk ini dimulai dari diskusi saya dengan Agnes di dunia maya. Ahad siang. Waktu itu saya duduk manis di ujung Timur Jogja, dia sendiri ‘katanya’ di Semarang.

Apa itu syetan? Atau siapa itu syetan?

Adegan popular yang melejitkan nama Syetan di Qur’an adalah ketika dia disebut telah ‘menggelincirkan’ Adam (yang waktu itu masih tinggal di Surga) untuk mendekati buah Khuldi dan memakannya.

“Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula …” (al-Baqarah: 36)

Dan atas pelanggaran itu, Adam diperintahkan untuk Turun ke Bumi (Meminjam kata-kata Agus Mustafa yang menyebut bahwa Adam tidak diusir dari Surga, ia hanya diperintahkan turun ke Bumi).

Kemudian, pada ‘adegan’ saat Allah memerintahkan Semua malaikat bersujud kepada Adam, hingga akhirnya semua bersujud Namun Iblis enggan, ayat itu tidak menyebut Syetan. Hanya ada Iblis, yang dengan angkuh menyatakan penolakannya dengan ‘cerdas’. Bagaimana akan menghormat pada sesuatu yang berasal dari tanah sedang ia sendiri berasal dari Api?

Nah, dimanakah Syetan saat itu? Absen? Gak diajak sama Allah?

***

Lalu diskusi kami terhenti. Kami sepakat untuk sama-sama mencari.

Saya hampir mengubur pertanyaan itu jika saja semalam (dan itu bukan kebetulan) saya tidak mendengar Kenduri cinta-nya Cak Nun. Ada sebuah kalimat dari beliau mengenai Syetan,  ‘Syetan bukan makhluk Tuhan seperti manusia, malaikat, jin. Dia adalah produk manusia. dia lahir dari dismanajemen manusia.’ Nah loo??

Karena terus menggelitik, akhirnya saya smskan pertanyaan ini ke beberapa orang, tersebutlah Pak Ahmad, Miss Identiti dan Adib yang menjadi ‘korban’.

[Salam, Aku mo Tanya,bgini,pd Adegan Allah memerintahkan malaykat hormat sm Adam&smua hormat tp Iblis enggan, syetan+Jin kmana ya?kok Absen? Ato emg ga diajak?]

Berikut jawaban dari teman-temanku itu :

Miss Titi: [..Bukannya iblis=syetan=jin yang bandel, di surrah An Nass, setan=jin n manusia yg durhaka(jht).pmhmnku gt Miss]

Pak Ahmad : [Film apa itu? Kok ada adegan begituan. Kaya’nya keren deh :). Iblis itu kelompok Jin. Dia yang paling cerdas. Setan adalah sebutan untuk jin dan manusia yang punya hobi mengajak kepada kesesatan, so, Iblis itu jin sekaligus setan]

Adib: [ Wa’alaikum slm. Menurutku sih udah diajak. Tapi karena dia asyik main sama dirimu jadi dia gak datang. He he]

***

Note : Dulu sih saya pernah ngaji, tapi mungkin karena saya bandel+suka bolos. Bagian ini terlewatkan dari penjelasan Ustadz dan baru saya dapatkan sekarang.

[Salatiga, 10.01.10 > Tanggal cantik ya?]

Iklan

2 thoughts on “Syetan!!

    1. tidak lagi-lah, Ni. Biar aja. Lagian, ‘adegan’ itu biar jadi percakapan abadi anak-cucu adam. he he he
      bolos itu ‘asyik’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s