Apa itu Ma’rifah?

[Belajar dari Sang Maulana eps.1]

Sebelum ini saya hanya mengenal Rumi dari puisi-puisinya yang sulit dipahami, kiasan-kiasannya yang sulit dimengerti, absurd dan tasawufnya yang ‘aneh’. Namun, perjalanan hidup akhirnya mempertemukan kami secara tidak sengaja—seperti biasanya. Saya bertemu dengan sang Maulana di buku Mulyadhi Kartanegara berjudul Menembus Batas Waktu (Panorama Filsafat Islam) (Mizan 2005).

Ada sebuah cerita menarik yang dituliskan disana, cerita tentang Ma’rifah yang termaktub di Matsnawi. Ma’rifah sendiri adalah sebuah modus pengetahuan yang istimewa (sejati), yang berbeda, baik dalam isi maupun metode dengan modus pengetahuan yang selama ini kita kenal. Ma’rifah—oleh Rumi—dilukiskan sebagai “mutiara” di laut.

“Berbondong-bondong orang datang ke laut untuk mendapat mutiara itu. Orang-orang ribut bertanya dimana sang mutiara berada. Kami telah mencarinya kemana-mana, tetapi ia tidak ditemukan. Seorang bijak dan berkata pada mereka, ‘Mutiara tidak bisa ditemukan hanya dengan melihat laut karena mutiara itu ada di dasar laut yang dalam’. Lalu ada orang lain yang mempunyai ide menimba air laut supaya airnya kering dan mutiara dapat ditemukan disana. ‘Tetapi’ kata orang bijak itu lagi ‘laut tidak mungkin bisa kering dengan ditimba airnya. Akan terlalu melelahkan. Satu-satunya cara untuk mendapatkan mutiara itu adalah dengan menyelaminya. Kita membutuhkan penyelam ulung untuk bisa berenang hingga ke dasar laut. Akan tetapi mutiara berada di dalam kerang, sementara tidak semua kerang berisi mutiara, maka kita bukan hanya butuh penyelam ulung, tetapi juga keberuntungan.”

Dari sini, Rumi menyatakan bahwa ma’rifah bukan ilmu yang diperoleh melalui persepsi indrawi (mutiara tidak bisa diperoleh hanya dengan melihat laut), tidak juga melalui penalaran rasional, karena itu akan sama dengan menimba air laut. Tetapi ma’rifah adalah sejenis pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman batin atau spiritual yang mendalam, tidak bisa diperoleh semata-mata atas usaha manusia, tetapi tergantung pada rahmat Tuhan (kita butuh bukan hanya penyelam ulung, tetapi juga keberuntungan).

Sudahkah anda mendapatkan Ma’rifah selama hidup anda? Semoga anda beruntung.

Iklan

One thought on “Apa itu Ma’rifah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s