Yang Fana adalah Waktu

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi,

yang fana adalah waktu, bukan?”

tanyamu. Kita abadi.

(yang fana adalah waktu, Sapardi Djoko Damono,1978)

Saya ‘menemukan’ puisi ini beberapa bulan lalu ketika saya iseng-iseng mengumpulkan puisi-puisi pak sapardi tentang Hujan. Ada yang membuat saya langsung jatuh cinta pada puisi ini. Lalu—seperti yang sering saya lakukan—saya ketik puisi ini dan saya kirimkan ke hampir 20 list teman yang ada di phone book. Lalu beberapa komentar mengalirlah. Ada yang suka dengan puisi ini (karena memang dia nge-fans juga sama pak sapardi), ada juga yang tidak sepakat dengan isi puisi ini. “Kita abadi? Bagaimana bisa? Aku tidak sepakat,ri? Alquran jelas-jelas bilang bahwa manusia itu tidak kekal”. Oke, kira-kira begitu dia bilang.

Saya sendiri dibuat tercenung oleh puisi ini. Yang fana adalah waktu, kita abadi!

Saya tetap termangu sampai saya mengiyakan bahwa ia benar. Ya…! Manusia hidup di dunia yang fana, tapi manusia itu sendiri ‘dijanjikan’ akan tetap hidup meski dunia materialis ini telah hancur nantinya. Itu maksud ‘abadi’ dalam puisi ini. Maka kematian tidak lagi memisahkan, justru ia menghubungkan jiwa-jiwa ke dunia selanjutnya. Benar saja, hidup hanya sekali, tapi ia abadi.

“Hidup itu tidak sementara”, kata pak Mario Teguh suatu hari. Saya kembali diam, seperti menemukan kepingan puzzle yang hilang dari puisi itu. Kata-kata yang menjadi peneguhan tentang hakikat hidup yang sebenarnya, maka jika hidup ini tidak sementara, saya tidak boleh membuat diri saya selamanya hidup tanpa Cinta dari sang pemberi hidup.

Home, 1 November 2009

Iklan

3 thoughts on “Yang Fana adalah Waktu

  1. saya lebih melihat puisi ini sebagai keinginan dan nafsu manusia yang suka lupa bahwa hidup di dunia tidak abadi dan meragukan kefanaan dirinya

    1. 🙂 ya, pak…!! puisi tidak seperti “karya ilmiah” yang mempunyai satu kesimpulan, ia bisa dipandang dari sisi manapun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s