Sebuah Dunia Bernama Pare!

[Sebuah e-mail kepada seorang rekan]
Assalamualaykum, apa kabar? ? Alhamdulillah, hari ini aku libur, gak ngajar. Jadi kusempatkan nulis email buatmu. Hm, cerita tentang pare ya? He he he :). Maaf,terlalu banyak cerita dan detil tentang pare yang tidak bisa diceritakan lewat sms, jadi kuputuskan cerita lewat email aja.

Aku datang ke Pare akhir April 2009.  Sendirian. Sebenarnya sudah pernah beberapa kali kesana siih, tapi belum memutuskan untuk belajar dan tinggal. Oh ya, ada beberapa jalur kesana, dari Jogja bisa naik bus Surabaya-Jogja (Semacam Eka, Mira, Sumber Kencono) turun di Jombang,trus naik angkot jurusan pare. Atau kalau mau naik kereta, bisa naik Gajayana (eksekutif Malang-Jakarta kalo ga salah) atau Kahuripan (Ekonomi, Jogja-Kediri). Nanti turun aja di Kediri, trus naik bus jurusan malang (bus Puspa) atau colt isuzu jurusan pare-kediri, bilang aja turun di BEC. Konon BEC adalah tempat kursus pertama yang berdiri di Pare, jadi siapapun yang pertama kali ke Pare biasanya akan turun di BEC.

Setelah turun di BEC aku mulai nguber tempat kos. Saranku, sebelum cari kos, cari sepeda dulu aja. Kalau bawa motor sih gak masalah, kalau

sepedaku
sepedaku

Cuma jalan kaki, bisa gempor kakimu mengitari kampung segedhe itu. Banyak kok tempat penyewaan sepeda, ada juga yang jual sepeda, harganya juga cukup murah, 70-80ribu. Tapi tergantung kondisi sepedanya juga. Tempat kos dan makanan di Pare termasuk kategori murah. Hampir mengingatkanku dengan jogja. Bisa pilih, mau kos di English Area atau di kos biasa. Bisa dipastikan kalau dirimu masuk English area, dari bangun tidur hingga akan tidur lagi yang ada hanya English. Mungkin hari-hari pertama dirimu akan mual-mual dan hampir mabok, tapi itu demi ilmu bro! so, jangan tanggung-tanggung, kalau mau cepet belajar, masuk aja di English Area.(he he he aku sendiri gak masuk English area).

Hmm…oya, saranku (lagi), coba pikirkan dulu apa yang ingin pertama kali dipelajari. Speakingkah? Toeflkah?

Persewaan Sepeda
Persewaan Sepeda

Grammarkah? Atau …??. Disana akan ada buanyak pilihan tempat kursus. Ada Elfast, Kresna, Logico, Awareness, Mahesa (Grammar+Toefl), ada Daffodils (Speaking), dll (duh, udah 4 bulan, nama-namanya hampir lupa). Ada yang menyediakan program bulanan (kayak di Elfast), ada yang dua mingguan (kayak di Daffodils), ada juga yang per-6 bulan (kayak BEC).  Ada yang masuknya sehari sekali, ada yang sehari dua kali hingga sehari tiga kali (he he he kayak minum obat).  Ada yang 200ribu-an, ada yang 90ribuan, hingga 25ribua-an per program. Tentunya, semua punya kelebihan dan kekurangan.

Alhamdulillah, di awal kedatanganku, pare belum terlalu rame. Waktu itu kosku hanya dihuni oleh 5 orang (aku, miss Linda, miss Titi, miss Iziz dan miss Ida—sebagai ibu kos). Tapi menjelang liburan dan ketika masuk masa liburan, rumah kami dihuni hingga 12 orang—kayak mau main bola. Pada masa-masa itu, bukan hanya tempat kos yang laris, program-pun bagaikan tiket bus di musim mudik yang harus dipesan jauh hari sebelumnya. Kalau gak, kita gak akan dapat kursi dan harus menunggu 2 minggu/1 bulan lagi. (oya, kelas baru di pare rata-rata dibuka tiap tanggal 10 dan 25 tiap bulannya). Tapi, meski awal-awal begitu penuh, di masa-masa akhir akan ada proses seleksi alam (deu..jadi ingat eyang Darwin), akan ada orang-orang yang MUNTABER (MUNdur TAnpa BERita). Lalu, tinggal mereka yang tersisa yang akan ikut ujian, dan diantara yang ujian itu hanya beberapa gelintir yang istiqomah dan rajin yang akan lulus. (Konon kabarnya ujian di ELFAST berlapis-lapis kesulitannya. Jangan harap sekali ujian langsung lulus. He he he)

Aku seperti menemukan dunia lain di sana. Sebuah dunia yang menyenangkan. Tempat belajar yang murah dan mengasyikan (Kita biasa belajar lesehan, di emper rumah, atau di bawah pohon).Hilir mudik sepeda setiap waktu, suasana desa yang tenang, masyarakat yang benar-benar hidup dan berdaya. Benar-benar manusiawi. Siklus hidup yang mengalir seperti air: belajar, diskusi, jalan-jalan ke Kediri, Malang atau Surabaya (beberapa malah ada yang program wisata ke Bali dan Bromo—dengan biaya terjangkau), belajar merawat sepeda plus sesekali ngurus sepeda yang mendadak kempes atau bocor. Pokonya, pare itu tidak ada duanya!

Oke,baiklah! Itu dulu yang bisa ku ceritakan padamu. Semoga berguna dan cukup memberi referensi. Belajar tak harus mahal, kan?  Seize The Day! 🙂 Wassalam.

Iklan

One thought on “Sebuah Dunia Bernama Pare!

  1. salam kenal.
    mdh2an informasi ini bermanfaat.
    Jika nanti perlu untuk merental sepeda untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan/ event-event tertentu, kami berharap bisa menghubungi My Bike yang khusus merentalkan sepeda. My Bike ada di bandung di jln. jalaprang, no. 3 surapati depan kantor imigrasi bandung. untuk lebih jelasnya, klik aja website my bike di : http://www.rentalsepeda.com
    thx ya, Arnold
    0817 230 8338

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s