Catatan Syawal

[sebuah catatan tentang sahabat dan sang waktu]
“Waktu yang telah kau habiskan untuk mawarmulah yang membuat mawarmu penting.” (pangeran kecil dan rubah)

Ramadhan selesailah sudah. Takbirpun berkumandang memenuhi atmosfer bumi, mengagungkan Ia dzat satu-satunya yang pantas diagungkan. Dan inilah syawal. Bulan yang aroma dan cita rasa nya begitu manis. Bagi saya, syawal adalah bulan ajaib sebab setiap orang-di bulan ini-dengan rendah hati berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Setiap orang tersenyum serta membuka pintu rumah dan hatinya lebar-lebar.

Maka bertemulah saya dengan mereka. Sahabat yang berbulan-bulan tidak saya temui,entah terlupa karena kesibukan atau sengaja dilupakan karena tidak ada satu kepentingan dengan mereka (ups!). Dan entah karena momen yang begitu tepat entah karena panggilan hati–Saya tidak peduli–tapi pertemuan kali ini begitu berbeda.

Saya bertemu teman-teman SMP saya. Tidak terasa sudah hampir 11 tahun kami berpisah. Takjub sekali rasanya mengingat bahwa dulu kami masih berseragam putih-biru,bersepeda sambil berceloteh sepanjang jalan, lugu, tidak mengenal HP, internet bahkan facebook seperti anak-anak SMP masa kini. Dan kini kami bertemu lagi, ada yang masih sendiri (seperti saya..he he he), ada pula yang sudah membawa serta suami/istri dan anak mereka. Betapa kemudian saya seolah-olah melihat Einstein tersenyum sambil berkata : ri, sebenarnya kita hanya bermain-main dengan relativitas waktu.

Saya juga sempat bertemu dengan sahabat saya sewaktu SMA. Bersama dia saya menghabiskan waktu seharian, naik Trans Jogja dari prambanan, berjalan tanpa arah di sepanjang malioboro sambil bercerita dan mengabsen teman sekelas kami semasa SMA dulu. Hmm..tak terasa sudah hampir 8 tahun berlalu sejak saya lulus SMA tahun 2001 yang lalu. Mengasyikkan juga, sebab bagaimanapun ‘waktu’ telah sukses berkomplot dengan si ‘otak’ hingga mampu menenggelamkan sebagian besar memori saya akan wajah dan nama mereka. Ada yang membuat saya tertawa, saya ingat seorang teman yang menyanyikan lagu mars TVRI ketika diminta menyanyi, “TVRI menjalin persatuan dan kesatuan!” begitu ia berteriak dengan lantang (entah dia sendiri ingat atau tidak). ha ha ha…eh, kabarnya dia sekarang sudah jadi polisi.

Di kali lain, saya bertemu dengan teman-teman kuliah..he he he untuk yang ini tidak banyak yang berubah. saya ketemu ais,yang sudah 3 tahun tidak saya temui. Ketemu mida, yang menikah diam-diam dan membuat kami shock dengan kelahiran puteranya,’Maulana Atmaja’.Yang lain?saya ketemu dengan teman-teman seperjuangan:mas feri, mas alvein, fauzul, dan nicha–teman-teman saya yang luar biasa dan selalu membuat saya bersemangat.

Saya jadi ingat kisah little prince (pangeran kecil) karya Antoine de saint-exupery yang mengembara hingga sampai bumi. Di bumi, Pangeran Kecil melihat banyak bunga mawar, sementara di planet asalnya ia hanya memiliki satu mawar yang sangat berharga. Ia dulu mengira bahwa dirinya kaya karena memiliki sekuntum mawar yang cantik, ternyata mawar yang ia miliki hanya mawar biasa yang banyak jumlahnya di bumi. Kekecewaan ini terobati tatkala ia bertemu seekor rubah yang mengajarkan bahwa menghabiskan banyak hal bersama mawar yang ia miliki, membuatnya jauh lebih berharga daripada mawar-mawar lain di bumi. “Waktu yang telah kau habiskan untuk mawarmulah yang membuat mawarmu penting.” kata sang rubah. Hal ini membuat saya menyadari bahwa waktu dan peristiwalah yang menjadikan seseorang berharga dan berbeda dengan orang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s