Apa guna Integral?

Seperti tahun-tahun yang lalu, tahun ini saya kebagian ngajar kelas 3 IPS. Yaa dengan berbagai karakter anak yang sudah saya kenal. Anak Sosial tentunya berbeda dengan anak Exact. Mereka lebih kritis, itu satu hal. Hal yang lain, faktanya, mereka ‘phobi’ dengan ilmu hitungan semacam matematika. Its Fact! Saya tahu pasti apa yang saya hadapi. Maka sejak awal saya ingin tidak menganggap ini sebagai beban, justru inilah tantangannya.

Kami belajar integral. Ilmu ‘tua’ yang dirintis oleh banyak orang, mulai dari Archimedes, Riemann, hingga Leibniz. Kami mulai dari integral tak tentu, integral tertentu hingga integral substitusi dan menghitung luasan 2 kurva. Saya paham, mungkin mereka mulai ‘mual-mual’, mulai pusing, dan hampir mabok dengan ‘x’ ‘dx’ dan semacamnya, hingga akhirnya salah satu dari mereka nyeletuk ‘Sebenarnya apa sih guna integral?’
Pertanyaan itu ditujukan kepada saya. Tidak hanya integral sebenarnya, bab-bab lain seperti matriks, trigonometri, persamaan kuadrat, fungsi komposisi, fungsi invers memang layak mereka tanyakan apa kegunaanya dalam kehidupan sehari-hari.

Saya tahu, cerita saya mengenai integral yang dipakai untuk menghitung luas antara dua kurva, menghitung volume benda putar, menghitung panjang kurva, hingga sampai tahap tertentu dipakai dibeberapa hitungan fisika—akan sulit mereka pahami. Sangat tidak aplikatif bagi siswa sosial.
Mungkin juga mereka tidak akan habis pikir jika saya mengaitkan integral—maksud saya matematika secara umum—dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang: handphone, computer, telepon, laptop hingga netbook. Lalu bagaimana hubungan matematika dengan pola antrian di SPBU atau antrian teller bank. (hubungannya baik-baik saja).

Jujur, saya bangga dengan jiwa kritis mereka. Saya sendiri juga masih suka bertanya dan terus mencari. Bersama mereka bahkan kegiatan itu jadi menarik. Tetapi kali ini saya sulit menjelaskan bahwa ilmu itu pada dasarnya terkait satu sama lain. Rasanya sulit mengaplikasikan sebuah disiplin ilmu tanpa dikaitkan dengan ilmu lain. Apalagi ilmu basic seperti matematika. Tidak hanya untuk sebuah profesi, tetapi juga untuk sebuah hidup yang harus dipertanggung jawabkan. Seorang akuntan misalnya, dia butuh dasar-dasar akuntansi, ilmu ekonomi, dasar-dasar perhitungan matematis dan dasar-dasar logika, ilmu mengoperasikan komputer dan beberapa software hingga ilmu akhlak, etika dan agama untuk menuntun hidupnya.

Tapi seperti itulah kenyataannya. Keterkaitan itu belum dipahami. Mereka memahami segala sesuatu tidak sebagai kesatuan (integral) tapi masih terfragmentasi. Terpecah.
Lalu kembali ke pertanyaan itu, “apa guna integral?” mereka bertanya, saya nyengir. Suatu hari nanti saya akan mengajak mereka berdiskusi soal kesatuan itu. Tapi tidak saat ini. Sekarang saya hanya bisa mengajak mereka sedikit bercanda dengan kurikulum yang sudah ditetapkan pemerintah, “buat asah otak. Iseng-iseng berhadiah” (salatiga—awal agustus 2009)

Iklan

2 thoughts on “Apa guna Integral?

  1. nonton serial ‘Numb3rs’ deh i’…

    di situ banyak aplikasi math, n mrp tontonan yg inspiratif!meski smp sekarang aq jg masih susah ngikutin pola pikir sang prof math di Numb3rs. tp pola umum ceritanya sih udah dapet, he3

    bilang aja i’ ke calon2 penerus itu, di dunia ini ada orang yg ilmunya spt sumur dan ada orang yg ilmunya spt sawah.

    spt sumur berarti dia mempunyai ilmu yg spesifik. misal sma IPA, kuliah di MIPA, geologi, geofisika, kedokteran dll. trus semakin menua semakin meruncing dan dalam ilmunya.

    tp ada jg yg ilmunya spt sawah. sma boleh IPS, kuliah di exacta. kerja di marketing dst. meski ilmu yg dia peroleh ga spesifik tp keuntungannya dia tau banyak hal.

    tp klo ngomongin aplikasi integral di dunia kerja sih di sini kepake bgt. meski udah bukan qta lg yg ngitung, tp software. tp untuk sampai pd posisi pengguna software itu, qta musti nglewatin tahap kuliah dulu. dan dg kuliah di bidang geologi n geofisika (misalnya), mau ga mau membuat mhs nya hrs bs ngitung integral ampe rangkap 7!(gelo’ kan?!!)

    yah…klo mo dapetin emas hitam (terjemahan: minyak) emang harus mikir super berat!hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s