MEMOTRET KEDIRI (PART2) : Makanan & pendidikan

Makanan

Hmmm…saya yang berlidah jogja sempat ‘terpukau’ dengan  makanan kediri. Rasanya pedas,asin dan entah ada rasa-rasa yang lain. Tapi lama-lama saya terbiasa juga dengan rasa aneh itu. Makanan yang bisa ditemui adalah pecel&tumpang. ha ha ha..! Pecel di Kediri disajikan seperti pecel jogja. hanya saja ada rasa khas yang berbeda..(apaan tuh? kapan-kapan anda harus mencoba). sambalnya puedesss poll dan akan tambah nikmat jika ditambah serpihan rempeyek, perkedel atau dadar jagung. Kalau sambal tumpang, terus terang sampai sekarang saya masih belum pernah mencobanya. Meski di hampir ada di sudut kediri, pecel yang cukup fenomenal ada di sepanjang jalan Dhoho. Datang kesana di akhir malam mengingatkan saya pada jalan malioboro dan gudeg. Orang-orang kediri sendiri bahkan bilang kalau jalan Dhoho adalah malioboronya kediri…(deuu)

Yang menarik lagi adalah fenomena nasi goreng. saya pernah berpikir, apakah semua orang di (kota) kediri sangat menggemari makanan satu ini sehingga setiap malam, setiap meter jalan ada bapak-bapak penjual nasi goreng yang siap dengan tungkunya. Dulunya saya pengggemar makanan ini. Bagi saya, ini makanan paling manusiawi di kediri (ha ha ha), tapi sejak saya kena ‘maag’ semingguan lebih, saya memilih menguranginya. Yaa kalo terpaksa dan lagi piiingin banget gak papa lah.

Selain mereka, ada tahu telor, tahu lontong, juga rujak cingur. Oya ada pengalaman berkaitan dengan rujak. waktu itu saya pesen rujak di sebuah warung. awalnya saya pikir, ‘rujak’ disini sama dengan rujak-nya Jogja (sejumlah buah yang dicacah trus dikasih sambel kayak loties)..eh ternyata saya dibuat terkejut ketika  pesanan saya sudah jadi. olala…ini mah bukan rujak..ini sih mirip lotek. tapi bukan lotek juga sih..cuma mirip. sambelnyapun berasa aneh. (belakangan saya tahu, sambelnya ditambahi petis). usut punya usut, ternyata rujak yang saya maksud adalah rujak buah, sementara rujaknya kediri ya kayak gitu.

Tahu Kediri!
Ini dia icon kediri yang sempat membuat saya penasaran. Tahu takwa. he he he.. tahunya aja ber’takwa’ apalagi penduduknya ya? Tahu kediri pada dasarnya ada dua jenis, tahu takwa (yang warnanya kuning) dan tahu pong (warna putih). Rasanya enak juga sih. Anda bisa mendapatkan tahu ini di sepanjang jalan Yos sudarso atau jalan pattimura. Silakan pilih. selain tahu (dalam bentuk tahu) ada tahu yang sudah digoreng. Namanya stik tahu. Anda juga bisa beli tahu yang sudah digoreng (tahu petis).

Pendidikan
Kediri terkenal dengan pesantrennya. Bayangpun saudara..saking banyaknya pesantren di kediri, sampai-sampai ada satu kecamatan yang bernama pesantren. Pesantren yangterkenal adalah Lirboyo (di Lirboyo). Selain pesantren, Setidaknya ada 8 SMA negeri plus madrasah aliyah yang menopang pendidikan di kota ini. (Asal tau aja, siswa aliyah dan tsanawi di kediri pinter-pinter lho). Smpnya ada 6 ditambah beberapa MTsn yang prestasinya tak kalah dengan SMP negeri. Beberapa universitas yang ada di Kediri antara lain UNISKA (universitas Islam Kadiri), Universitas PGRI, STAIN Kediri, akademi kesehatan dan STMIK.
Yang lebih menarik lagi adalah Kampung inggris di Pare (20 km dari kediri, sekitar 1,5jam naik kendaraan umum). Hmm..untuk pare insyaAllah akan ada pembahasan tersendiri. He he he…

Iklan

4 thoughts on “MEMOTRET KEDIRI (PART2) : Makanan & pendidikan

    1. hmmm apa ya? paling kayak jawa timur lainnya mbak, rujak cingur, pecel rasa pedas, gitu deh 🙂
      mungkin ada temen kediri lain yang bisa nambahi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s