Memotret Kediri (part 1)

Hampir sepuluh bulan saya mengenal kediri. Saya ingat ketika pertama kali datang ke kota ini dengan bekal minim dan hampir-hampir buta kediri. No problem. Sekarang sudah sepuluh bulan! (ya cukuplah…bayi normal aja 9 bulan dalam kandungan)

1. Kali Brantas

Sungai yang cukup lebar ini yang pertama kali saya kenali dari kediri. Sungai ini membagi kediri menjadi dua bagian:Kediri barat dan kediri timur. Kediri barat menjadi semacam pusat pendidikan (kebanyakan sekolah berada di sini), sedang kediri timur menjadi pusat pemerintahan (kantor bupati, walikota,etc..). Kali ini cukup bersih, meski tiap pagi menjadi sarana buang limbah biologis warga sekitar..he he he

2. Gudang Garam

Nah inilah dia pabrik yang menjadi denyut nadi kediri. Semacam darah-nya lah. Tiap pagi (dan waktu-waktu tertentu pada pergantian shift) ibu-ibu paruh baya beramai-ramai memenuhi jalan dengan seragam cokelat batiknya. Hmm…! Saya salut sama mereka.

Selain Pabrik Rokok (Gudang Garam dan pabrik-pabrik turunannya) ada pabrik Gula yang cukup besar di Kediri: Pesantren, Mrican dan di NgadiRejo.

3. Tata Kota

Banyak jalan searah. Jalanan banjir kalau hujan lebat. Trus Lampu Lalulintas yang membingungkan…Ya..sama aja dengan kota-kota lain. Tapi, yang unik dari kota ini adalah tata letaknya. Hmm…saya belum menemukan di tempat lain (ada yang tau?). Saya menamakannya sistem Blok. Misalnya begini: Kalau saya mau cari Bank, hampir semua Bank ngumpul di jalan Hayam Wuruk (dan jalan yang sejajar dengannya). Kalau saya pingin jagung bakar, saya tinggal ke jalan Sekar taji. Kalau mau cari soto, tinggal ke terminal tamanan…pilihlah yang mana yang anda suka. Mau tahu? ke patimura aja. Mau cari baju? tinggal ke jalan Dhoho. .

4. Transportasi

Waah..kalau soal ini saya agak kerepotan. Terlebih kalau mau pulang-balik Jogja (eh prambanan ding). Saya harus oper ke Nganjuk atau kertosono dulu. Itu kalau naik Bus. Kalau mau langsung bisa naik Kahuripan (Kereta Ekonomi). Kalau punya duit lebih bisa pake Gajayana (Kereta eksekutif..sekitar 110ribu-an) atau travel (90-an ribu). Hampir 6 jam dari Jogja..ya cukup membuat penat dan kepala berat.

Oya, sampai sepuluh bulan ini saya masih agak bingung dengan angkutan kota. Gak hapal. Bagaimanapun, bapak tukang becak lebih merajai kota kediri daripada angkot. Yaa dengan tarif standar (5ribu-an)+ pake nawar kita bisa minta tolong bapak tukang becak, nganter ke pasar atau ketempat yang tidak terjangkau angkutan umum.

Hmm…ada lagi yang murah meriah disini. Perjalanan ke Surabaya dan Malang bisa ditempuh dengan kereta ekonomi. 5ribu saja! Anda bisa sampai surabaya dalam waktu 4 jam atau Malang dalam tempo 3 jam-an. Mau lebih seru? Saya pernah nyoba naik kereta Matarmaja (Ekonomi dari Jakarta) yang datang ke Kediri ba’da Shubuh, tujuan Malang…Wuiihh seru juga..lewat jurang, terowongan, alam eksotis Blitar…ha ha ha (Kayak Film Harry Potter..)

[ bersambung ke part2 : pendidikan, makanan, etc..]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s