“ kapan kamu nikah?”

“kapan kamu nikah,ri?”
“Jangan lupa undangannya ri!”
“Sampai kapan kamu jalan-jalan terus, nyantai kayak gini?”

Hm..akhir-akhir ini pertanyaan dan pernyataan semacam itu semakin sering masuk dalam hidup saya. Entah dalam perbicangan ringan, mendarat di sms, via email, comment di friendster, chatting bahkan telepon. Wow.. sudah tak terhitung!!!

Sebagai satu-satunya perempuan di ”kantor” yang masih menyandang status ”belum menikah”, saya sering dipanas-panasi, diiming-imingi  dan dikuliahi mengenai dunia ”asing” itu. Jangan tanya bagaimana reaksi saya akhirnya, jika hampir setiap hari saya mendapat pelajaran mengenai itu…saya hampir gila.hfff..!!!

”Apa kamu tidak ingin menikah?”
Pertanyaan aneh semacam itu pernah terlontar dari seorang teman. Wah, aku masih normal, jeng! Masih seperti perempuan lain: ingin menikah, mempunyai hidup dan mempunyai keluarga. Belum menikah bukan berarti saya tidak ingin menikah. Saya sedang menunggu waktu yang tepat dan tentunya orang yang sudah ’disiapkan’ buat saya..he he he he

Tak sedikit yang memberi wejangan, nasehat, saran bahkan menawarkan diri mencarikan calon suami dan bahkan ada juga yang rela menawarkan diri menjadi ’calon suami’nya. (he he he he…aduh..duh..malu!). ah, betapa baik mereka…betapa saya beruntung dikelilingi orang-orang semacam ini. Beberapa juga sempat bertanya serius, ”kamu mau suami kayak apa sih?” He he he Kalau lagi bener, saya akan jawab dengan jawaban bener dan lengkap. Tapi kadang kalo pas gak benernya lagi kumat, saya Cuma nyengir sambil jawab, ”Yang kayak mohammad hatta!” (waktu itu lagi habis nyelesein rahasia meede-nya E.S Ito). Dan saya sudah menduga jawaban mereka, ” Ah, request yang aneh..” Wakakakakakaka….! Hush!

Pada akhirnya, saya coba menghikmati, bahwa menemukan belahan jiwa adalah menemukan diri saya yang lain. Inilah saat ketika saya lebih mengenal diri..kekurangan, kelebihan, apa yang saya inginkan dan apa yang ”kira-kira” tepat buat saya. Diatas itu semua, saya yakin Allah sudah menyiapkan kisah yang manis buat saya..hmm..mungkin saja besok pagi ”dia” datang dengan membawa sebait puisi! (ha ha ha ha ha…Halah!!)

Hujan Deras! Magrib 26Desember2008
[Perhatian: Tulisan ini tidak bertujuan untuk memberikan kiat-kiat mencari jodoh dan semacamnya. Sekedar bersenang-senang, jadi dinikmati saja.
Untuk teman-teman yang selalu memberi saya cahaya: Kediri crew, Rofi, Nunik, kang Dadang, Desy,dll…aku sayang kalian!]

Iklan

2 thoughts on ““ kapan kamu nikah?”

  1. ha3 jd inget buku sh#t happens. dg tagnya ‘gwe yg ga pengen kawin knp lo yg repot!’

    God..oh dearest God, we await your kind surprises,

    ho3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s