Merindukan Sunyi

Telah ku letakkan rinduku

Diantara kepingan sepi yang tersisa

Meski satu suara sempat berkata : Hentikan semua!

Berhenti!

Berhentilah bernostalgi tentang birunya langit pagi

Berhentilah memimpi tentang riuhnya sunyi,

Yang pernah coba kita ajak tertawa lewati senja.

Berhenti!

Meski bait itu belumlah sempurna : Baris, titi dan rimanya

Meski sunyi itu belumlah terpecah gaduhnya suara-suara.

Berhenti!

[Rumah–14 Oktober 2007] untuk linda.

“Ga tau kenapa waktu itu bisa nulis puisi kayak gini. Ungkapan hati aja kali yaa…! Yang jelas waktu itu aku lagi kangen sama Linda. Pingin ngobrol sama dia tapi ga kesampean. Ihh..Tragis!!”

Iklan

One thought on “Merindukan Sunyi

  1. Assalaamu’alaikum …
    pinter buat puisi ya mbak, gimana kalo sekali-kali di posting di web mii kmfm ? lama banget tuh web mii ga di kasih puisi, artikelnya kirim saja ke ‘mii_redaksi@yahoo.com’
    gimana….gimana ….tawaran yang menarik akan ? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s