Harga Sebuah Batik

Hampir satu setengah tahun yang lalu aku menyelesaikan Novel itu. Judulnya Canting (aku lupa siapa yang nulis). Ceritanya tentang keluarga penghasil Batik di Solo. Sebuah keluarga dengan seorang Ibu yang bertindak sebagai manajer rumah tangga sekaligus manajer perusahaan, seorang ayah yang sangat kental dengan adat jawanya, ketiga anak perempuannya dan para pekerja batik yang berkerja di industri itu.

Kultur jawa sangat terasa di Novel ini. Perempuan digambarkan sebagai sosok yang selalu manut pada suami, setia meski suaminya selingkuh, nrimo, memenuhi semua keinginan tanpa berhak menolak, dan menjadi orang ‘kedua’ di dalam rumah tangga. Sedangkan laki-laki  diperlihatkan sebagai sosok yang ditakuti, dihormati seisi rumah dan didahulukan dalam segala hal.

Selanjutnya, novel ini bertutur bagaimana keluh dan peluh pengusaha batik itu mempertahankan industri batik tulis mereka di tengah arus batik pabrik dan batik cap yang kian menggiurkan dari sisi finansial. Juga bagaimana kisah sang putri ragil keluarga itu berusaha menghidupkan kembali industri batik keluarganya setelah sekian lama lesu karena ditinggal ‘pergi’ sang Ibu. Meski digambarkan sebagai makhluk nrimo, pada akhirnya perempuan dilukiskan sebagai makhluk serba bisa dan kuat.

Maka, tak heran jika aku merasa deja vu ketika kali pertama memasuki ruangan itu. Disana ada dua orang perempuan pembatik dengan kain, canting dan peralatan batik lainnya; seorang laki-laki di ujung sana sedang mencap kain dengan sebuah motif, lalu diujung lain lagi bertumpuk-tumpuk kain batik sutra maupun bukan tergeletak pasrah di atas dipan-dipan. Aku seperti larut kembali dalam suasana klasik. Sejak dulu aku menyadari alasan kenapa batik tulis jauuh lebih mahal daripada batik Cap., tapi..aku baru benar-benar merasa betapa membuat selembar batik tulis tidak hanya butuh ketelitian, kecermatan dan skill. Ada cinta, ada emosi yang meluap, ada hati. Dan tiga hal terakhir itulah yang tidak pernah bisa terbeli!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s