Kepada Profesor
Januari 20th, 2012 § 2 Komentar
Maaf prof, hari ini dari 4 soal yang anda berikan, saya hanya bisa mengerjakan satu soal. Maaf juga, di lembar jawab yang seharusnya menjadi tempat saya menulis jawaban malah saya tuliskan kalimat-kalimat diluar konteks. Kalimat yang ingin saya tuliskan kembali disini.
Terusterang saya tidak belajar soal pemetaan kontraksi, hiperbolis dan atraktor. Saya malah sibuk memahami bagaimana dimensi dan interpolasi suatu bentuk fraktal. Ya, seharusnya saya belajar mulai dari awal semester…tapi saya tidak melakukannya. Itu kesalahan terbesar yang saya lakukan.
Tapi bagaimanapun saya tetap suka dengan mata kuliah ini. Setidaknya diantara mata kuliah lain, mata kuliah ini membuka mata saya bahwa ciptaan Tuhan itu begitu sempurna, rumit, dan Dia bisa menciptakannya dengan mudah.
Dulunya saya pikir, matematika itu pemuja kesempurnaan. Balok, kubus, garis lurus, kerucut, bola. Saya tidak habis pikir, bagaimana matematika menjelaskan bagaimana bentuk pegunungan, bagaimana garis pantai, bagaimana bentuk awan, bagaimana bentuk daun, ranting dan pepohonan. Ternyata saya salah, bentuk rumit yang sering saya temui di alam ternyata bisa dijelaskan strukturnya, bisa di hitung dimensinya, bisa dikira-kira bagaimana interpolasinya.
Subhanallah… Maha suci Dia yang telah menciptakan segala sesuatu.
Jadi… Sekarang tinggal bagaimana profesor menilai proses saya selama ini. Saya percaya bahwa nilai akhir tidak semata-mata ditentukan ujian akhir. Tapi…semua terserah anda prof…
Assalamaualaikum..
kumaha gan..lama tak berkunjung ke blogmu ini
subhanallah keren, dan sepengetahuan saya memang ada hal-hal yang bisa dihitung secara metematika, seperti kata antum “bentuk rumit di alam semesta ternyata bisa dihitung..
lihat bagaimana penciptaan alam semesta dalam masa 6hari, penciptaan manusia dalam masa 40hari, dan masih banyak lagi tentang hitung-hitungan yang kita bisa temui dalam nash, baik perhitungan yang sifatnya tampak maupun yang tidak tampak yang berupa perkara iman..
Waalaykumussalam… Selamat datang kembali