ruang kecilku

November 1, 2009

Yang Fana adalah Waktu

Diarsipkan di bawah: puisi — Tag:, , — ariyuli @ 11:41 pm

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi,

yang fana adalah waktu, bukan?”

tanyamu. Kita abadi.

(yang fana adalah waktu, Sapardi Djoko Damono,1978)

Saya ‘menemukan’ puisi ini beberapa bulan lalu ketika saya iseng-iseng mengumpulkan puisi-puisi pak sapardi tentang Hujan. Ada yang membuat saya langsung jatuh cinta pada puisi ini (lagi…)

Oktober 23, 2009

Seandainya Fathimah Bukan Putri Nabi

Diarsipkan di bawah: bincang — ariyuli @ 4:40 am

“Seandainya Fathimah bukan putri Rasulullah, apakah ia akan menyejarah seperti sekarang?”

Pertanyaan itu begitu menggoda saya belakangan ini. Seperti mengintip saya kemana saya pergi.  Bukan! Saya tak hendak tidak menghormati putri kesayangan Rasulullah ini, tak hendak tidak menghormati ahlul Bait. Saya juga tak hendak menggugat sejarah. Saya hanya ingin bertanya pada penulis sejarah, atas dasar apa sejarah dituliskan.

Lalu,  semalam saya meng-sms beberapa teman tentang ini. Hampir lima orang. Ada dua jawaban yang saya dapat.

Fathimah emang bukan puteri Nabi. Dia anak murid, msh keturunan arab sih. kelas 2. agak autis dari kelas 1 masih belum mau belajar. maunya jalan-jalan mulu. kalo ditanya jawabnya ngawur..

“Pd fase awal perjuangan nabi d mekah,ktka mns mulia ini sujud d depan ka’bah,punggungnya dilempari kotoran onta yg banyak oelh kaum kafir quraiys shg nabi tdk mampu bangkit dari sujudnya lalu dtg seorg gadis kecil dgn berani menantang kaum kafir quraisy&membersihkan punggung nabi dr kotoran shg mrk jadi malu akan perbuatan mreka sendri..jauh sblm abinya (nabi) terkenal sbg rasulullah,gadis kecil ini sdh menyejarah atas keberanian dan kemuliaan akhlaknya..nasab mmg berpengaruh tp iman yg membentuk kemuliaan akhlak jauh lbh penting. tdk smw anak nabi spt ini, krn anak nabi nuh&luth tdk menyejarah dsebabkan kafir pada Allah.”

Lalu, menurut anda bagaimana?

(Salatiga, 23 Oktober 2009)

Oktober 21, 2009

Sebuah Dunia Bernama Pare!

Diarsipkan di bawah: perjalanan — Tag:, , , — ariyuli @ 1:04 pm

[Sebuah e-mail kepada seorang rekan]
Assalamualaykum, apa kabar? ? Alhamdulillah, hari ini aku libur, gak ngajar. Jadi kusempatkan nulis email buatmu. Hm, cerita tentang pare ya? He he he :) . Maaf,terlalu banyak cerita dan detil tentang pare yang tidak bisa diceritakan lewat sms, jadi kuputuskan cerita lewat email aja.

Aku datang ke Pare akhir April 2009.  Sendirian. Sebenarnya sudah pernah beberapa kali kesana siih, tapi belum memutuskan untuk belajar dan tinggal. Oh ya, ada beberapa jalur kesana, dari Jogja bisa naik bus Surabaya-Jogja (Semacam Eka, Mira, Sumber Kencono) turun di Jombang,trus naik angkot jurusan pare. Atau kalau mau naik kereta, bisa naik Gajayana (eksekutif Malang-Jakarta kalo ga salah) atau Kahuripan (Ekonomi, Jogja-Kediri). Nanti turun aja di Kediri, trus naik bus jurusan malang (bus Puspa) atau colt isuzu jurusan pare-kediri, bilang aja turun di BEC. Konon BEC adalah tempat kursus pertama yang berdiri di Pare, jadi siapapun yang pertama kali ke Pare biasanya akan turun di BEC. (lagi…)

[Resensi] Three Cups of Tea

Diarsipkan di bawah: resensi — Tag:, , , — ariyuli @ 12:43 pm

Penulis : Greg Mortenson & David Oliver Relin
Penerbit : Hikmah (PT Mizan Publika) 2008

“.. (Di Pakistan dan Afghanistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; pada cangkir pertama engkau cupmasih orang asing; cangkir kedua engkau teman; dan pada cangkir ketiga, engkau bergabung dengan keluarga kami. Sebuah keluarga yang siap untuk berbuat apapun—bahkan untuk mati”
(Haji Ali, Kepala Desa Korphe,Pegunungan karakoram,Pakistan)

Buku ini merupakan kisah nyata Greg Mortenson, seorang pendaki gunung asal Amerika yang berniat menaklukan puncak tertinggi kedua sedunia di Himalaya, puncak K2. Tahun 1993, ia melakukan perjalanan itu demi adiknya—Christa—yang telah meninggal. Namun, bukan hanya gagal, ia juga tersesat dan nyaris mati. Setelah berjalan selama tujuh hari, sampailah ia di desa Korphe, Pegunungan Karakoram, Pakistan. Di wilayah miskin ini jalan hidup Mortenson berubah. Ia melihat bagaimana anak-anak disana bersekolah : delapan puluh dua anak duduk melingkar, (lagi…)

September 30, 2009

Catatan Syawal

Diarsipkan di bawah: bincang — ariyuli @ 4:31 am

[sebuah catatan tentang sahabat dan sang waktu]
“Waktu yang telah kau habiskan untuk mawarmulah yang membuat mawarmu penting.” (pangeran kecil dan rubah)

Ramadhan selesailah sudah. Takbirpun berkumandang memenuhi atmosfer bumi, mengagungkan Ia dzat satu-satunya yang pantas diagungkan. Dan inilah syawal. Bulan yang aroma dan cita rasa nya begitu manis. Bagi saya, syawal adalah bulan ajaib sebab setiap orang-di bulan ini-dengan rendah hati berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Setiap orang tersenyum serta membuka pintu rumah dan hatinya lebar-lebar.

Maka bertemulah saya dengan mereka. Sahabat yang berbulan-bulan tidak saya temui,entah terlupa karena kesibukan atau sengaja dilupakan karena tidak ada satu kepentingan dengan mereka (ups!). Dan entah karena momen yang begitu tepat entah karena panggilan hati–Saya tidak peduli–tapi pertemuan kali ini begitu berbeda. (lagi…)

Pendidikan Terbaik di Dunia

Diarsipkan di bawah: pendidikan — ariyuli @ 4:01 am

(dari milis sekolahrumah)

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). (lagi…)

September 12, 2009

Narsis?

Diarsipkan di bawah: bincang — ariyuli @ 2:25 am

Siapa yang tak kenal kata ini? Dalam bahasa umum, orang narsistik adalah orang yang menjadikan dirinya pusat segalanya ( The narcissist becomes his own world and believes the whole world is him—Theodore I. Rubin). Lalu kata narsis berkembang untuk menyebut hampir semua orang yang memuji diri sendiri, memajang foto dirinya di tempat umum maupun khusus, dan sejenisnya.
Kata Narsis diambil dari mitologi Yunani tentang seseorang yang bernama Narcissus. (lagi…)

Agustus 31, 2009

Sekelumit catatan tentang Angka

Diarsipkan di bawah: Matematika — ariyuli @ 1:42 am

[Catatan dari buku Misteri Angka-Angka (Annemarie Schimmel) ]

“Matematika hanyalah bermain angka!” Itu kalimat yang saya pegang erat ketika belajar matematika di SMA. Tepatnya saat saya duduk di Kelas 2 SMA. Waktu itu saya merasa seperti Archimedes yang berteriak “Eureka!” ketika menemukan hukum Archimedes. Ha ha ha.. Agak berlebihan siih, tapi saya hanya ingin membuat segala sesuatu nampak lebih mudah dipelajari, termasuk matematika yang katanya ilmu berat. (lagi…)

Agustus 9, 2009

[ RESENSI]:Mencari Senyum Tuhan

Diarsipkan di bawah: resensi — Tag:, — ariyuli @ 9:57 am

Judul : Mencari Senyum Tuhan, Catatan hati seorang muslimah pendamba Ridha Allah

Mencari senyum Tuhan

Mencari senyum Tuhan

Penulis : Miranda Risang Ayu
Penerbit : Zaman
Cetakan : I thn. 2008
186 hlm

…Peringatan Allah hadir dalam berbagai cara. Ia bisa juga berwujud kesulitan, penolakan atau kegagalan. Dia juga hadir sebagai sang Maha Pemberi pelajaran. Intinya, Tuhan itu Ada. Begitu dekat …

Saya penggemar tulisan Miranda. Ketiga bukunya sudah saya khatamkan: Cahaya rumah kita, Permata hati, dan purnama hati. Maka sejak tahu beliau menerbitkan buku baru, dengan semangat 45 saya mencarinya di setiap toko buku yang saya datangi : Social Agency, Toga Mas, hingga Gramedia. Mungkin karena belum beruntung, saya belum mendapatkannya meski sudah berbulan-bulan. Hingga hari rabu kemarin, saya menemukannya di stan penerbit Robani di Jogja Book Fair di J.E.C. Dan Miranda masih saja seperti dulu, menyajikan tulisannya dengan kata yang tak cukup sekali dibaca.

Buku ini berisi 16 tulisan lepas Miranda yang pernah dimuat di beberapa media—kebanyakan ditulis ketika beliau menempuh study-nya di Australia—ditambah satu tulisan pembuka bertajuk ‘merindukan Tuhan’ dan tulisan penutup berjudul ‘mencari Tuhan’. Secara keseluruhan buku ini sama dengan buku-buku sebelumnya, mencatat kegelisahan seorang pencari, mencatat perjalanan pencarian, hingga menemukan bahwa perjalanan itu sesungguhnya proses seumur hidup. Sebuah proses yang begitu panjang. (lagi…)

Apa guna Integral?

Diarsipkan di bawah: perjalanan — ariyuli @ 9:50 am

Seperti tahun-tahun yang lalu, tahun ini saya kebagian ngajar kelas 3 IPS. Yaa dengan berbagai karakter anak yang sudah saya kenal. Anak Sosial tentunya berbeda dengan anak Exact. Mereka lebih kritis, itu satu hal. Hal yang lain, faktanya, mereka ‘phobi’ dengan ilmu hitungan semacam matematika. Its Fact! Saya tahu pasti apa yang saya hadapi. Maka sejak awal saya ingin tidak menganggap ini sebagai beban, justru inilah tantangannya.

Kami belajar integral. Ilmu ‘tua’ yang dirintis oleh banyak orang, mulai dari Archimedes, Riemann, hingga Leibniz. Kami mulai dari integral tak tentu, integral tertentu hingga integral substitusi dan menghitung luasan 2 kurva. Saya paham, mungkin mereka mulai ‘mual-mual’, mulai pusing, dan hampir mabok dengan ‘x’ ‘dx’ dan semacamnya, hingga akhirnya salah satu dari mereka nyeletuk ‘Sebenarnya apa sih guna integral?’
Pertanyaan itu ditujukan kepada saya. (lagi…)

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.