Perayaan
Januari 24th, 2012 § Tinggalkan sebuah Komentar
Aku sedang merayakan hari ini, tidak peduli apa yang akan terjadi esok : ujianku selesai.
(Untuk sementara) selesai sudah malam-malam yang kulewatkan diantara tumpukan rumus dan teorema. Selesai sudah hari-hari dimana aku merapalkan mantera. Selesai sudah…
Ket : Gambar diambil dari sini
Kepada Profesor
Januari 20th, 2012 § Tinggalkan sebuah Komentar
Maaf prof, hari ini dari 4 soal yang anda berikan, saya hanya bisa mengerjakan satu soal. Maaf juga, di lembar jawab yang seharusnya menjadi tempat saya menulis jawaban malah saya tuliskan kalimat-kalimat diluar konteks. Kalimat yang ingin saya tuliskan kembali disini.
Terusterang saya tidak belajar soal pemetaan kontraksi, hiperbolis dan atraktor. Saya malah sibuk memahami bagaimana dimensi dan interpolasi suatu bentuk fraktal. Ya, seharusnya saya belajar mulai dari awal semester…tapi saya tidak melakukannya. Itu kesalahan terbesar yang saya lakukan.
Tapi bagaimanapun saya tetap suka dengan mata kuliah ini. Setidaknya diantara mata kuliah lain, mata kuliah ini membuka mata saya bahwa ciptaan Tuhan itu begitu sempurna, rumit, dan Dia bisa menciptakannya dengan mudah.
Dulunya saya pikir, matematika itu pemuja kesempurnaan. Balok, kubus, garis lurus, kerucut, bola. Saya tidak habis pikir, bagaimana matematika menjelaskan bagaimana bentuk pegunungan, bagaimana garis pantai, bagaimana bentuk awan, bagaimana bentuk daun, ranting dan pepohonan. Ternyata saya salah, bentuk rumit yang sering saya temui di alam ternyata bisa dijelaskan strukturnya, bisa di hitung dimensinya, bisa dikira-kira bagaimana interpolasinya.
Subhanallah… Maha suci Dia yang telah menciptakan segala sesuatu.
Jadi… Sekarang tinggal bagaimana profesor menilai proses saya selama ini. Saya percaya bahwa nilai akhir tidak semata-mata ditentukan ujian akhir. Tapi…semua terserah anda prof…
Sindrom
Januari 16th, 2012 § Tinggalkan sebuah Komentar
Sin.drom : [n] himpunan gejala atau tanda yg terjadi serentak (muncul bersama-sama) dan menandai ketidaknormalan tertentu; hal-hal (spt emosi atau tindakan) yg biasanya secara bersama-sama membentuk pola yg dapat diidentifikasi. Referensi:disini
Sindrom adalah ketika kepala penuh dengan definisi, konsep, teorema dan sifat ruang metrik. Mulai dari apa itu himpunan terbuka, himpunan tertutup, Ruang metrik lengkap, Ruang metrik kompak, Barisan Cauchy, Barisan konvergen hingga deretan nama-nama asing yang tak pernah ditayangkan di infotainment. Archimedes, Bolzano Weiztrass, Ascoli arzela, sampai Braire. Wow!
Sindrom itu, ketika sudah bisa membedakan apa itu kluster dengan klosur, ketika mulai lancar mengidentifikasi ruang metrik tertutup dan terbatas namun tidak kompak, ketika tahu yang mana himpunan kompak mana yang tak kompak.
Sindrom itu pengalaman batin yang tidak bisa diceritakan dengan mudah. Ketika kau mendadak memahami apa yang dikatakan sahabatmu tujuh bulan yang lalu, ketika kau mengangguk dan tersenyum karena menyadari betapa bodohnya kau selama ini.
Sindrom itu ketika tiba-tiba menulis di blog, mengetikkan kata apapun yang terlintas, menyadari bahwa kau perlu menulis untuk menerapi dirimu sendiri, sesekali kau harus menjejak bumi : menjadi manusia lagi.
*untuk diriku sendiri : selamat menempuh ujian akhir.
** gambar diambil dari http://www.gettyimages.com/
(Masih) Menunggunya
Januari 14th, 2012 § Tinggalkan sebuah Komentar
Suatu hari nanti, dia akan menghampiriku sambil berkata, “Terimakasih, sudah menungguku…”. Lalu kami berjalan, menikmati langit pagi sambil bertukar cerita tentang kisah masa sebelum kami bertemu. Sebelum dia menemukanku. Atau sebelum kami saling menemukan.
Aku masih menunggunya.
***
* Beberapa hari menjalani terapi-tidak-menyehatkan akibat kemalasan akut : menunda pekerjaan yang harusnya bisa dikerjakan beberapa waktu yang lalu. Hingga akhirnya berhari-hari dikepung teorema yang membutuhkan khayalan tingkat tinggi dan membuatku cepat lapar…..
** foto dari http://www.gettyimages.com/
hausdorff besicovitch
Desember 28th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
*Pengumuman : Di tulisan ini saya sedang tidak ingin membahas siapa hausdorff besicovitch, siapa bapaknya, siapa anaknya, rumahnya mana. Saya hanya akan membahas pengaruh nama yang susah dieja oleh lidah jawa saya itu di kehidupan sehari-hari, yang sangat dekat dengan hidup kita, tanpa kita sadari*
Pernah mengenal dimensi? Insya Allah yang sudah pernah sekolah, pasti kenal dengan istilah ini. Saya yakin sebab guru-guru matematika (terutama geometri) di tingkat SD sampai SMA di Indonesia menanamkan konsep yang sama soal dimensi. Sebuah titik berdimensi nol, garis berdimensi satu, bangun datar berdimensi dua, bangun ruang dimensinya tiga. Kenapa bisa begitu? Sederhananya begini, bangun ruang (kubus, balok, bola) punya panjang, lebar dan tinggi, makanya disebut berdimensi 3. Bangun datar (segitiga, segi empat) hanya punya panjang dan lebar, makanya dikatakan dimensi dua. Garis hanya punya ‘panjang’ makanya dimensinya satu. Dan titik tidak punya ketiganya, sehingga dimensinya Nol. Dimensi-dimensi itu yang disebut sebagai dimensi Euclid. « Read the rest of this entry »
Lost In Melaca
Desember 24th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
17 Oktober 2011
Hujan menyambut kedatanganku di Malaka siang itu. Benar-benar sebuah hujan sehingga aku harus membuka payung ketika turun dari bus panorama, untuk kemudian berteduh di depan Gereja Crist Church, setelah terlebih dahulu mengantarkan seorang ibu yang sama-sama turun denganku ke deretan toko aksesoris di depan gereja.
Inikah melaka? Kota yang ditetapkan UNESCO sebagai world heritage city? Tak percaya rasanya, tapi benar-benar aku sudah sampai disini. Dengan selamat, Alhamdulillah. Di depan gereja itu, bersamaku ada sepasang suami istri bersama dua anaknya dan seorang anak lagi yang sedang digendong bersama-sama menunggu hujan reda. Dari percakapan mereka, kutebak mereka dari Eropa. Salut deh sama keluarga ini, mereka mengajak anak mereka travelling sejak kecil, diajak menyusuri kota tua, mempelajari peta dan melihat sisi lain dunia. « Read the rest of this entry »
Mission Imposible 4
Desember 23rd, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
Beberapa hari yang lalu ditraktir temen nonton “Mission Imposible 4″ (Ghost Protocol). Ada beberapa kota yang jadi setting film ini : Budapest, Moskwa, Dubai dan Mumbai.
Pesan moral dari mission imposible 4 : misi yang tak mungkin adalah misi yang tak pernah dicoba dan dilakukan. Jadi? apapun itu, kalau dicoba, pasti ada kemungkinan berhasil. Semangatt!!
Everything is Possible
Desember 22nd, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
“The only way of discovering the limits of the possible is to venture a little way past them into the impossible.” —Arthur C. Clarke
Beberapa hari terakhir ini ada beberapa hal ajaib (setidaknya ajaib menurutku) terjadi. Beberapa hal yang akhirnya membuatku berpikir bahwa sebenarnya segalanya sudah Allah persiapkan untukku. Segala doa, segala impian, segala harapan itu tidak ada yang tidak terjawab. Kita hanya perlu melakukan satu hal : memantaskan diri!
*Ini bukan hambatan! Ini adalah tantangan…. ^_^
Pohon Fraktal
Desember 17th, 2011 § 2 Komentar
Fractal geometry will make you see everything differently. There is danger in reading further. You risk the loss of your childhood vision of clouds, forests, galaxies, leaves, feathers, flowers, rocks, mountains, torrents of water, carpets, bricks, and much else besides.
‘ Fractal Everywhere’ Barnsley
Apel
Desember 17th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
Gambar tersebut dibuat dengan Mathematica 8.
Ini dia script-nya. Silakan Mencoba
ParametricPlot3D[{(1 + Cos[v]) Cos[u] + 0.085 Cos[5 u] + (0.994 v/\[Pi])^100, (1 + Cos[v]) Sin[u], 6 Sin[v] + 2 Cos[v] – 0.7 Log[1 - v/\[Pi]]}, {u, -\[Pi], Pi}, {v, -\[Pi], Pi}, Mesh -> False, BoxRatios -> 2, PlotStyle -> {Green, Specularity[Yellow, 5]}]
Jika warna (Plot Style) diganti red, maka inilah hasilnya :







