ruang kecilku

Februari 7, 2010

Nyanyi Melati

Diarsipkan di bawah: puisi — by ariyuli @ 12:56 pm
Tags:

Adakah kau dengar
Dalam rangkaian itu kami melagu pelan-pelan : cinta.
Adakah kau lihat
Dalam cinta itu kami menari diam-diam : Mesra.
Adakah kau rasa
Dalam mesra itu kami melantun doa-doa : Rahma.

Dan aku larut bersama bunga-bunga yang menghias kencanamu pagi itu. Hanya mengantarmu.
seperti rintik gerimis yang turun mengiringi pelangi,
di pagi hari.

[Untuk Sahabat yang 'pernah' punya account Facebook dan hari ini menikah].

Februari 2, 2010

‘Ia’ in Wonderland

Diarsipkan di bawah: bincang — by ariyuli @ 6:17 am
Tags:

Air. Dimana-mana air. Elemen satu ini membanjiri tanahnya, rumahnya, semuanya. Menghanyutkan segalanya. Ia tidak bisa berenang. Tapi anehnya ia selamat dari banjir besar itu. hff!! Mimpi. Tak ada air. Tak ada banjir.

Dan siapa percaya mimpi? Awalnya ia tidak. Sekedar bunga tidur mungkin iya. tapi tak lebih. (lagi…)

Januari 28, 2010

Menemukan Atap Jiwa

Diarsipkan di bawah: lepas, resensi — by ariyuli @ 10:55 am
Tags: , ,

“Don’t you miss your home?” tanya jane lagi.
Home. Aku tidak tahu dimana rumahku. Justru itu aku kesini, mencoba mencari jawaban.

“Home itu dimana kamu merasa paling aman dan nyaman apapun yang terjadi”,
“Home, dimana kamu mendapat ketenangan jiwa, terkadang tidak harus bersama orang yang kita cintai. Terkadang hanya diri kita sendiri dan perasaan tenang.”

Beberapa hari itu, dia mengajakku bercerita apa saja. Aku dibawanya masuk ke dunia antah berantahnya, kedalam kegelisahannya, juga pencariannya akan ’sesuatu’. (aku lebih suka menyebut ’sesuatu’ itu sebagai atap jiwanya). (lagi…)

Januari 22, 2010

Elegi Cinta Burung-Burung Manyar

Diarsipkan di bawah: lepas, resensi — by ariyuli @ 2:52 am
Tags: ,

Sekedar merekam kicauan Burung-Burung Manyar, Y.B MangunWijaya

Sebuah mitologi Yunani yang ditulis Plato menyebutkan bahwa dulunya manusia diciptakan dengan dua kepala, dua badan, empat tangan dan empat kaki, tapi cuma punya satu hati. Lalu Tuhan memisahkan mereka, yang satu jadi laki-laki, yang satu menjadi perempuan. Mereka punya badan yang utuh, tapi hatinya cuma sepotong! Dan ketika  mereka hidup di dunia hati-hati itu akan saling mencari. Saling memanggil satu sama lain. Cinta Platonik namanya.

Tersebutlah Setadewa (Tetto), yang menyebut dirinya anak kolong, bapaknya seorang serdadu KNIL, ibunya seorang indo bernama Marice. Dan Larasati (Atik), seorang periang, pecinta alam dan seorang nasionalis. Keduanya sama-sama berdarah biru dan saling mencintai. Namun roman antara keduanya disajikan dalam rajutan yang pelik dan politis. Pada masa itu, masa singkat ketika Posisi Belanda digantikan Jepang, Ayah Tetto ditangkap, kemudian ibunya dijadikan ‘gundik’ jepang. Kebencian pada Jepang (hingga Tetto menyamakannya dengan Indonesia) inilah yang menjadikan ia akhirnya memihak Belanda dengan menjadi anggota NICA, sementara Atik bekerja pada republik dengan menjadi seorang asisten Perdana menteri (Waktu itu dijabat Syahrir).

Melalui sajian sejarah tiga jaman di Roman ini– (lagi…)

Januari 14, 2010

Sastrawan di Kali Opak… (Ngapainnn??)

Diarsipkan di bawah: lepas, perjalanan — by ariyuli @ 9:36 am
Tags: , ,

Catatan kecil saat menjadi “penyusup” di acara Liburan Sastra di Pesantren (LSDP)

[: 20.01 waktu K530i-ku] Menurut saya, ini romantis. Lilin-lilin berjajar, meliuk manis di setapak jalan menuju pendopo utama. Seperti menggantikan peran bintang yang malam ini hampir tidak kelihatan. Pembawa acara sudah memimpin pembacaan Al Fatihah ketika saya datang. Alhamdulillah, berbekal secarik alamat, peta lewat SMS, nanya orang di jalan, serta sedikit ke‘nekat’an menentang gerimis, sampai juga kami di pesantren ini. :D Semua bermula dari undangan tak resmi dari Maia* siang tadi. “Datang ya Mbak nanti habis magrib, sastrawan besar ngumpul di kali opak. Ada Ahmad Tohari, D. Zawawi Imron, dll.”

Nah Lo?? Kapan lagi? (lagi…)

Januari 13, 2010

Syetan!!

Diarsipkan di bawah: lepas — by ariyuli @ 12:12 am
Tags:

Siapa gak kenal Syetan? Ia begitu dekat. Bahkan kadang kita lupa menghitung berapa kali dalam sehari kita berlindung darinya, bersamaan dengan pembacaan Taawudz.

Tapi belakangan ini saya tertarik dengannya. Kalau ketertarikan ini layak disebut tragedi, maka tragedi ini saya dengan makhluk ini dimulai dari diskusi saya dengan Agnes di dunia maya. Ahad siang. Waktu itu saya duduk manis di ujung Timur Jogja, dia sendiri ‘katanya’ di Semarang.

Apa itu syetan? Atau siapa itu syetan? (lagi…)

Januari 8, 2010

School, Sekolah, Skhole…

Diarsipkan di bawah: lepas, pendidikan — by ariyuli @ 5:48 am
Tags: ,

[Catatan setelah membaca 'Sekolah itu Candu'. Bagian kedua dari dua tulisan]

“Pendidikan itu menyalakan lentera. Bukan mengisi bejana” (Socrates)

Saat ngubek-ubek ‘Grebeg Buku Jogja’ kemarin, saya menemukan buku menarik di stan Insist. ‘Sekolah itu Candu’ (Roem Topatimasang). sebenarnya buku ini adalah buku lama (terbit tahun 1998) yang diterbitkan ulang oleh Insist, dengan cover baru dan tambahan dua tulisan baru.

Alkisah, orang Yunani tempo dulu (lagi…)

Januari 5, 2010

UAN oh UAN

Diarsipkan di bawah: bincang, pendidikan — by ariyuli @ 6:56 am
Tags: ,

[Mempertanyakan paradigma pendidikan. Bagian pertama dari dua tulisan]

2010. Tahun baru. Bulan baru. Riuhnya sudah selesai. Resolusi sudah ditetapkan.

Bagi siswa kelas 12 (3 SMA), hari-hari ini adalah hari sibuk mereka mempersiapkan ‘masa depan’. Mulai dari UAN yang ‘katanya’ maju bulan maret (sebelumnya UAN biasa dilaksanakan bulan April), berbagai ujian masuk universitas, hingga pilihan-pilihan dilematis mengenai jurusan yang akan dimasuki.
(lagi…)

Januari 2, 2010

Huis Clos : Pintu Tertutup!

Diarsipkan di bawah: lepas — by ariyuli @ 9:16 am
Tags: ,

“Mana alat penyiksanya?!!” laki-laki itu berteriak kepada  seorang pelayan. Hanya ada mereka di ruang itu, sebuah “ruang” dengan tiga sofa masing-masing berwarna hijau, merah dan biru.

“Tidak ada penyiksa,Tuan!” sahut sang pelayan datar.

“Tidak ada penyiksa? tidak ada algojo?” Sang tuan bergumam, kemudian kembali bertanya banyak hal, kemanusiaannya hingga menanyakan kemana sikat giginya.
“Disini ‘itu’ tidak dibutuhkan lagi,Tuan!” sahut sang pelayan datar. (lagi…)

Golden Ratio : Sebuah Bahasa Alam

Diarsipkan di bawah: Matematika — by ariyuli @ 8:57 am
Tags: , ,

Apa yang sama-sama dimiliki oleh piramida di Mesir, Ka’bah di kota Mekah, lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, bunga matahari, bekicot, kristal salju, DNA, bentuk bakteri mikro, hingga bentuk galaksi di jagat raya?

Jawaban atas pertanyaan ini tersembunyi pada sebuah deret angka yang ditemukan oleh matematikawan Italia, L. Pisano Fibonacci. Sifat angka-angka ini, yang dikenal sebagai angka-angka Fibonacci, adalah bahwa masing-masing angka dalam deret tersebut merupakan hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya. (lagi…)

Halaman Berikutnya »

Didukung oleh WordPress.com